Moneter.id – Perusahaan
penyedia alat percetakan, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) membukukan pendapatan
bersih Rp 2,67 triliun di kuartal III/2018. Pendapatan ini meningkat 31,96% dari
periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,02 triliun.
Trivena
Nalsalita, Investor Relations Department Head ASGR mengatakan, pertumbuhan
pendapatan bersih dicapai oleh semua unit usaha.
“Solusi
dokumen tumbuh 4%, solusi teknologi informasi tumbuh 11%, solusi perkantoran
tumbuh 151% yang dihasilkan terutama dari bisnis e-commerce,” ujarnya.
Berdasarkan
laporan keuangan, beban pokok pendapatan per 30 September 2018 sebesar Rp 2,12
triliun, naik 40% ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,51 triliun.
Kenaikan
beban pokok pendapatan yang lebih tinggi ini menyebabkan laba kotor ASGR hanya
naik 6,52% menjadi Rp 547,23 miliar dari sebelumnya Rp 513,74 miliar.
Laba
ASGR yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 138,24 miliar,
naik tipis 1,47% daripada Rp 136,24 miliar pada sembilan bulan pertama tahun
lalu. Hal ini dipengaruhi oleh dampak perubagan kurs terhadap kas, yang
menyebabkan sedikit pertumbuhan pendapatan. Sehingga hal ini mempengaruhi
kinerja perusahaan.
Hingga
akhir September, ASGR mencatat kerugian kurs Rp 1,37 miliar. Pada sembilan
bulan pertama tahun lalu, ASGR mencatat keuntungan selisih kurs Rp 93 juta.
(TOP)




