Minggu, Maret 1, 2026

Menperin: Pertumbuhan Kawasan Industri Harus Dibarengi Pengembangan Infrastruktur Teknologi Digital

Must Read

Moneter.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah
terus menggenjot pelaksanaan program pembangunan yang berbasis kepada
kewilayahan sehingga terjadi pemerataan ekonomi nasional atau terwujudnya
Indonesia sentris.

“Menurut wilayah, kawasan industri di luar Jawa mengalami
peningkatan luas dari 28,01 persen menjadi 55,90 persen pada tahun ini,” kata Airlangga
di Jakarta, Kamis (1/11).

Sementara itu, kata Menperin, dari sisi jumlah, terjadi
peningkatan sebesar 17,56 persen. Dari 74 kawasan indutri pada tahun 2014
menjadi 87 kawasan industri di 2018. “Ini yang akan mendorong investasi dan
ekspansi sektor industri di Indonesia. Apalagi, saat ini sudah dikembangkan
13 kawasan industri baru,” ujarnya.

Namun demikian, menurut Menperin, pertumbuhan kawasan industri tersebut
perlu dibarengi dengan pengembangan infrastruktur teknologi digital, seperti
jaringan internet 5G. Hal ini dapat menopang akselerasi penerapan industri 4.0
di Indonesia.

“Tentunya, teknologi baru itu memberi dampak positif terhadap
peningkatan daya saing industri manufaktur kita sesuai dengan implementasi
Making Indonesia 4.0,” tutur Airlangga.

Beberapa keuntungan dalam pelaksanaan peta jalan Making Indonesia
4.0, antara lain peningkatan terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan
dapat mencapai 1-2 persen, pertumbuhan sektor industri dari 5 persen menjadi
6-7 persen pada periode 2018-2030.

Selain itu, ditargetkan pula terjadi peningkatan lapangan kerja
baru dari awalnya 20 juta menjadi di atas 30 juta pekerjaan tambahan di tahun
2030. Bahkan, kontribusi industri manufaktur terhadap ekonomi pun diharapkan
meningkat menjadi lebih dari 20 persen di tahun 2030.

Menperin menambahkan, pengembangan kawasan industri perlu
memperhatikan terhadap pengelolaan limbah dalam rangka mendukung konsep ekonomi
berkelanjutan. “Pemerintah juga tengah melihat konsep ekonomi keberlanjutan
sebagai peluang untuk meningkatkan pertumbuhan dan daya saing sektor industri
manufaktur. Upaya yang perlu dilakukan, misalnya melalui pelestarian lingkungan
serta penggunaan teknologi bersih, biokimia, dan energi terbarukan,” paparnya.

Kemudian, sektor-sektor industri yang menjadi prioritas dalam
pengembangan industri 4.0 di Indonesia, diharapkan menjadi tenant utama di dalam kawasan industri. Berdasarkan Making
Indonesia 4.0, lima sektor manufaktur yang akan menjadi pionir, yaitu industri
makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.

“Seperti logistik dan warehouse itu menjadi bagian utama yang
kami lihat demand-nya semakin tinggi.
Jadi, smart logistic juga perlu diperhitungkan untuk meningkatkan
pengembangan klaster industri.
Kemudian, yang terkait dengan data
center
, ini menjadi penting karena merupakan otak dari industri 4.0
itu ada di big data,” paparnya.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img