Selasa, Januari 27, 2026

Kredit Sindikasi Rp 6,98 Triliun Pacu Pembangunan Jalan Tol Pertama di Kalimantan

Must Read

Moneter.id – Kelompok
usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yakni, PT Jasamarga Balikpapan Samarinda
(JBS) selaku pengelola Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, mendapat fasilitas
pembiayaan sindikasi sebesar Rp6,98 triliun dari 8 perbankan dan 1 lembaga
pembiayaan infrastruktur yang masuk ke dalam pembiayaan konvensional serta 5
perbankan yang merupakan pembiayaan syariah.

“Pinjaman
sindikasi ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan jalan tol pertama di
Kalimantan,” kata Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal.

Penandatanganan
tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda STH
Saragi di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place Jakarta pada Jumat (21/12) dan bertindak
sebagai Joint Mandated Lead Arrangers & Bookrunners (JMLAB) adalah Bank Mandiri
dan Bank Syariah Mandiri.

Kedelapan
bank dan satu lembaga pembiayaan infrastruktur yang memberikan kredit sindikasi
secara konvensional adalah Bank Mandiri, Bank Mega, PT Sarana Multi
Infrastruktur (Persero), Indonesia Eximbank, Bank Jatim, Bank Papua, Bank Rakyat
Indonesia, Bank Kalsel, dan Bank ICBC.

Sementara
itu, kelima bank yang menyalurkan kredit sindikasi secara syariah ialah Bank
Syariah Mandiri, Bank Muamalat, Bank Negara Indonesia Syariah, Bank Rakyat
Indonesia Syariah, dan Bank Jabar Banten Syariah.

“Kami
harapkan, proyek yang merupakan salah satu dari 20 ruas jalan tol baru yang
dibangun oleh Jasa Marga ini tahun depan bisa dioperasikan sehingga bisa
membuka satu lagi ruas tol di luar Pulau Jawa, yakni di Pulau Kalimantan,” kata
Donny.

Jalan Tol
Balikpapan-Samarinda terdiri atas lima seksi di mana saat ini progres
pembebasan lahan sebesar 98,40% dan progres konstruksi adalah sebesar 77,25% dengan
rincian sebagai berikut, Seksi 1 (KM 13 – Samboja) sepanjang 22,025 Km
(pengerjaan mencapai 95,65%), Seksi 2 (Samboja – Muara Jawa) sepanjang 30,975
Km (75,87%).

Kemudian, Seksi
3 (Muara Jawa – Palaran) sepanjang 17,300 Km (91,16%), Seksi 4 (Palaran –
Mahkota II) sepanjang 17,550 Km (67,89%) dan Seksi 5 (KM 13 – Sepinggan)
sepanjang 11,500 Km ( 64,88%).

Adapun
lingkup pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan oleh PT JBS yakni Seksi 2, Seksi
3, dan Seksi 4, sementara untuk Seksi 1 dan Seksi 5 dilaksanakan oleh dukungan
Pemerintah.

 “Penyelesaian lahan segera dituntaskan
sehingga konstruksi selesai akhir Triwulan I 2019 dapat terealisasi,” ujar
Direktur Utama PT JBS STH Saragi.

Saragi
mengungkapkan, pada sisa waktu 3 bulan ini, pihaknya terus melakukan berbagai
upaya untuk mengejar target penyelesaian proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda
sesuai dengan target yang ditentukan. Saat ini yang menjadi kendala utama
adalah penyelesaian sisa pembebasan lahan di lokasi pekerjaan kritis dan
konstruksi penanganan tanah lunak di sepanjang jalan tol.

Nantinya,
lanjut Saragi, jalan tol yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional
(PSN) ini akan menghubungkan Kota Balikpapan, salah satu pusat perekonomian
terbesar Kalimantan Timur, dengan Ibu Kota Kalimantan Timur, yaitu Kota
Samarinda.

“Sebagai
jalan tol pertama di Kalimantan, jalan tol Balikpapan-Samarinda akan dapat
memangkas total perjalanan 34 kilometer sehingga waktu tempuh perjalanan yang
biasanya memakan waktu 3-4 jam menjadi hanya 1 jam. Jalan tol ini tentunya
diharapkan dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat khususnya yang
berada di Kalimantan Timur,” ungkap Saragi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img