Rabu, Maret 4, 2026

Tahun Depan, Kemenperin Bakal Luncurkan Indi 4.0

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian sedang
merumuskan indikator
penilaian untuk tingkat kesiapan industri di Indonesia dalam menerapkan
teknologi era industri 4.0 atau disebut
Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (Indi 4.0). Metode asesmen yang
merupakan salah satu tahap implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 ini akan
diluncurkan pada tahun 2019.

“Dalam indeks tersebut masing-masing
industri melakukan penilaian mandiri (self-assessment)
terhadap kemampuan mereka di bidang-bidang terkait revolusi industri 4.0,” kata
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (22/12).

Menurut
Menperin, penilaian tersebut menjadi loncatan besar yang perlu dimanfaatkan
para pelaku industri di tengah perkembangan teknologi digital. Sebab, apabila
dapat melewati penilaian Indi 4.0, mereka dianggap sudah memiliki daya saing
tinggi. Artinya, selain mampu meningkatkan produksi di tingkat nasional, tetapi
juga dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

“Jadi,
progam
self-check semacam ini, kita adopsi dari McKinsey. Ini juga telah dipakai di
Singapura dan di-launching tahun ini, sementara kita akan luncurkan pada
tahun depan,” jelasnya.

Beberapa hal yang menjadi indikator
penilaian dalam Indi 4.0 ini antara lain sisi manajerial, pabrik, dan aplikasi internet of things (IoT).

Airlangga
meyakini, dengan pengembangan alat ukur ini, industri menjadi lebih
kompetitif. “Kami terus mendorong industri menerapkan teknologi terbaru.
Pemerintah juga semakin gencar mengupayakan peningkatan kompetensi sumber daya
manusia dalam menyongsong era industri 4.0,” imbuhnya,

Beberapa perusahaan yang sudah
menjadi percontohan dalam implementasi industri 4.0, di antaranya
PT Schneider
Electric Manufacturing
di
sektor industri elektronika,
PT
Chandra Asri Petrochemical
di industri kimia, PT Mayora Indah Tbk di industri makanan dan minuman, Sritex di industri tekstil
dan pakaian, serta
PT Toyota Motor Manufacturing
Indonesia
di industri otomotif. “Di beberapa
industri tersebut sudah diaplikasikan artificial
intelligent
(AI) dan digitalisasi,” ungkapnya.

Kepada
perusahaan-perusahaan yang menjadi kampiun industri 4.0 di sektornya,
Kemenperin akan memfasilitasi pelatihan-pelatihan untuk
kelas manajer dalam bentuk seminar, lokakarya dan kunjungan pabrik.

“Upaya
strategis itu untuk mendorong terciptanya lighthouse
industry
sehingga dapat mengajak manufaktur lain
melihat manfaat
positif dari penerapan industri 4.0,” tandasnya.

Melalui
Indie 4.0, Airlangga berharap, ekosistem industri di Indonesia dapat semakin
siap menghadapi era revolusi industri 4.0. Dalam jangka panjang, aspirasi dari
kegiatan ini adalah untuk mewujudkan Indonesia masuk ke jajaran 10 negara
dengan perekonomian terbesar dunia pada tahun 2030.

Menperin menambahkan, pihaknya juga berencana membangun innovation center pada
tahun depan. Konsepnya sama seperti Digital
Capability Center
di Singapura, yakni membantu perusahaan memenuhi
kebutuhan dari transformasi teknologi di tiap tahap perjalanan digital mereka.

Di
pusat inovasi tersebut, perusahaan disajikan contoh nyata dari perusahaan lain
yang sudah mengadopsi teknologi terbaru. Sembari menunggu pembangunan ini,
Kemenperin memaksimalkan lembaga atau badan riset yang sudah ada terlebih
dahulu.

“Misalnya,
Balai Besar Industri Agro di Bogor atau Balai Besar Industri Logam dan Mesin di
Bandung, yang kami miliki,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara menyampaikan,
salah satu program prioritas Kemenperin tahun depan adalah melaksanakan dan
mengembangkan Indi 4.0. “Saat ini sudah dirancang berbagai indikator yang akan menjadi
penilaian, termasuk aspek sumber daya manusia, teknologi dan secara organisasi,”
tuturnya.

Ngakan
menambahkan, asesor yang terlibat dalam penilaian nanti berasal dari Kemenperin
dan lembaga independen. Apabila sudah diketahui tingkat kesiapan tiap
perusahaan, para asesor dapat memberikan masukan.

“Sejauh
ini kami sudah melatih sekitar 40 orang sebagai asesor yang sudah dan akan
terjun ke industri,” ujarnya. Penilaian ini tidak terbatas pada perusahaan
skala besar saja, tetapi juga IKM.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Prince Poetiray & Quinn Salman Nyanyikan Perdana OST Na Willa Bersama Para Pemain

Lagu Original Soundtrack (OST) film Na Willa berjudul “Sikilku Iso Muni” untuk pertama kalinya diperdengarkan secara utuh di hadapan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img