Jumat, Maret 6, 2026

Presiden Jokowi: Tahun Lalu Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif

Must Read

Moneter.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa
perekonomian Indonesia tumbuh positif pada 2018 di tengah kondisi
ketidakpastian global.

“Laporan dari Menteri Keuangan (Menkeu), di tengah ketidakpastian ekonomi global, Alhamdulilah
perekonomian nasional kita tumbuh positif,” kata Presiden Joko
wi di Istana Negara Jakarta, Senin (07/1).

Kepala Negara menyatakan, diperkirakan perekonomian
nasional tumbuh sekitar 5,15
%, kemudian inflasi
terkendali pada tingkat yang rendah di bawah 3,5
%, nilai
tukar rupiah juga terus bisa dijaga.

Asumsi dasar ekonomi makro nasional pada 2018 sebelumnya
ditetapkan untuk pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,4
%; inflasi dalam kisaran 3,5%; nilai
tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada pada Rp13.400 per dolar AS.

Lalu, menurut Presiden, realisasi APBN 2018 juga menunjukkan
kinerja yang sangat sehat dan kredibel.
“Laporan
terakhir yang saya terima, defisit sebesar 1,76
% dari PDB, kemudian keseimbangan primer ini juga sangat penting,
keseimbangan primer negatif Rp1,8 triliun, sudah mendekati nol, ini patut kita
garis bawahi, hasil ini jauh lebih baik dari target di APBN sebesar Rp87,3
triliun,” ungkap Presiden.

Keseimbangan primer adalah penerimaan negara dikurangi
belanja, di luar pembayaran bunga utang. Keseimbangan primer pada 2017 adalah
negatif Rp29,9 triliun.
“Pendapatan
Rp1.942 triliun melampaui target APBN yaitu tercapai 102,5
% dari APBN 2018. Belanja negara untuk mendukung target
pembangunan optimal mencapai 99,2
% dari APBN 2018,
sekali lagi mencapai 99,2
% dari APBN
2018,” tegas Presiden.

Lebih jauh, Presiden Jokowi menegaskan, pada tahun ini perekonomian Indonesia masih akan menghadapi tantangan yang
tidak ringan.
“Gejolak ekonomi dunia, tekanan-tekanan eksternal; oleh
sebab itu sekali lagi saya minta konsolidasi antara sektor riil, dunia usaha,
dunia industri dengan moneter dengan fiskal yang sudah dirancang bisa
terkonsolidasi dengan baik sehingga langkah-langkah tegas dan konsisten dalam
pengendalian impor dapat dilakukan, kemudian dalam memacu ekspor dan
meningkatkan modal masuk lebih baik 2019 ini,” ungkap Presiden.

Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa fokus pada 2019 adalah
peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). 
“Seperti sudah saya sampaikan kita akan fokus ke
penyiapan SDM 2019, kita perkuat human
capita
l
besar-besaran dengan melakukan training
dengan mengangkat lagi vocational school,
vocational training ini jadi kekuatan
kita,”
tungkas Kepala Negara.

Baca juga: Kemenperin Anggarkan Rp 1,78 Triliun untuk Pendidikan Vokasi Industri



- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Jamin Cadangan BBM Aman di Tengah Dinamika Global

Pemerintah menjamin bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah yang berimbas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img