Selasa, Januari 27, 2026

Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Manufaktur, Ekspor Nonmigas Terus Dipacu

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian terus menggenjot kinerja industri manufaktur berorientasi ekspor
guna memperkuat struktur perekonomian nasional saat ini. Sebab, produk pengolahan
nonmigas menjadi penopang dalam perolehan nilai ekspor Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi ke depannya berbasis pada
pertumbuhan industri.
Pemerintah sedang mencarikan formulanya untuk semakin
meningkatkan ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
di Jawa Barat, Jumat (1/3).

Menperin
menjelaskan, dalam upaya mendongkrak ekspor dari sektor industri, perlu
diperhatikan tingkat utilisasi. Oleh karenanya, langkah strategis yang dipacu
antara lain melalui penambahan investasi dan ekspansi. Ini juga akan membawa
dampak pada penyerapan tenaga kerja dan hilirisasi.

“Kalau kita
lihat, 80
%
impor besar Indonesia adalah bahan baku penolong. Artinya, ini adalah untuk
menunjang produktivitas sektor industri. Sisanya capital goods. Tetapi menariknya, ekspor capital goods kita juga meningkat. Ini menandakan kemampuan
industri kita sudah kompetitif di kancah global,” paparnya.

Pada 2018,
ekspor nonmigas mencapai USD162,65 miliar atau naik 6,25
% dibanding perolehan tahun 2017 sebesar USD153,03
miliar. Rencana Kerja Pemerintah (RKP) menargetkan pertumbuhan ekspor nonmigas
tahun ini sebesar 7
% hingga 9%.

“Industri
konsisten memberikan kontribusi tertinggi terhadap PDB nasional. Salah satunya
terlihat dari capaian ekspor, di mana tahun lalu menyumbang sebesar 72
,25%. Maka ini yang harus kita dorong
terus
,” ungkap
Airlangga.

Adapun lima
sektor manufaktur yang pertumbuhannya di atas lima persen dan memiliki catatan
kinerja ekspor gemilang di tahun 2018, yakni industri makanan dan minuman yang
nilai ekspornya mencapai USD29,91 miliar, disusul industri tekstil dan pakaian
jadi sebesar USD13,27 miliar, serta industri logam dasar USD15,46 miliar.

Selanjutnya,
industri karet, barang dari karet dan plastik menembus hingga USD7,57 miliar,
serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki di angka USD5,69 miliar.

Di samping itu,
sepanjang 2018, kinerja ekspor positif juga dicatatkan oleh industri bahan
kimia dan barang dari bahan kimia, menorehkan nilai ekspornya sebesar USD13,93
miliar, kemudian ekspor kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer, dan alat
angkutan lainnya menembus angka USD8,59 miliar, serta pengapalan barang komputer,
barang elekronik dan optik mencapai USD6,29 miliar.

“Melalui
implemenasi peta jalan Making Indonesia 4.0, kita optimistis untuk dorong
ekspor lagi jadi 10
% netto terhadap PDB. Selain itu, produktivitas akan
meningkat dua kali serta pengeluaran R&D juga didorong jadi dua persen,”
tuturnya.

Aspirasi besar
Making Indonesia 4.0 menargetkan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan
perekonomian terkuat di dunia. Bahkan, PricewaterhouseCoopers (PwC) memproyeksi
Indonesia berada di peringkat ke-7 dunia. “Artinya, kita sudah menyiapkan
Nawacita jilid 2,” imbuhnya.

Dalam upaya menjadikan
industri manufaktur sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional, perlu dilakukan
peningkatan prduktivitas, investasi, dan ekspor. Untuk itu, quick wins yang dijalankan oleh
pemerintah di antaranya menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan memberikan
kemudahan
pada perizinan
usaha.

“Langkah
strategis yang telah dilakukan, antara lain pemberian insentif fiskal,
penerapan online single submission
(OSS), serta pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi. Kami juga
dorong penguatan industri di sektor hulu untuk memenuhi rantai nilainya.
Kemudian, fokus pada kemampuan R&D serta fasilitasi trade agreement,
” sebutnya.

Di
tengah kondisi perlambatan ekonomi di tingkat global, Kemenperin optimistis
memasang target
pertumbuhan
industri nonmigas sebesar 5,4
% pada tahun 2019. Adapun sektor-sektor yang
diproyeksikan tumbuh tinggi, di antaranya industri makanan dan minuman (9,86%),
permesinan (7%), tekstil dan pakaian jadi (5,61%), serta kulit barang dari
kulit dan alas kaki (5,40%). 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img