Selasa, April 21, 2026

Tutut Dukung Transmigran Majukan Bangsa Indonesia

Must Read

Moneter.id – Siti Hardijanti Rukmana atau dikenal dengan
panggilan Mbak Tutut mengajak keluarga besar transmigran untuk mengembangkan
peran dan potensi masing-masing guna memajukan bangsa Indonesia menjadi lebih
baik.

“Transmigrasi itu meningkatkan harapan, karena
membuat para transmigran memiliki tanah yang cukup untuk diolah guna menghidupi
keluarga dan mencapai kesejahteraan,” kata Mbak Tutut saat membuka
Musyawarah Nasional IV Persatuan Anak Transmigran RI (PATRI) di Hotel Desa
Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 12-14 Maret 2019.

Selain itu, menurutnya, program transmigrasi tak
hanya memperluas kemajuan, melainkan juga merekat persatuan dan kesatuan
bangsa.

Sementara, menurut Voice of America, program
transmigrasi yang terjadi selama era Presiden Soeharto telah mengubah wajah
Indonesia. Sampai 1984, sekitar 2,5 juta penduduk menjadi transmigran dan terus
bertambah sampai tahun terakhir Orde Baru.

Berdasarkan data sensus 2010 menunjukan terdapat
15,5 juta transmigran di Sumatera. Sebanyak 4,5 juta lainnya tersebar di
Kalimantan dan Papua. Dampak lanjutannya, transmigran berhasil mengembangkan
3,500 desa dengan berbagai infrastruktur, dan 30 desa itu mengalami
perkembangan pesat menjadi kabupaten/kota.

Program transmigrasi yang digagas Presiden Soeharto
tidak hanya meningkatkan taraf hidup, tapi juga menggencarkan pembangunan luar
Pulau Jawa, menyeimbangkan sebaran penduduk, pemerataan pembangunan,
memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa, dan memperkuat ketahanan nasional
terutama transmigran perbatasan.

Selama itu, Presiden kedua Indonesia itu juga
senantiasa memberikan perhatian serius terhadap kehidupan transmigran dengan
membangun sarana pendidikan di desa-desa transmigran, dan akses bagi anak-anak
transmigran untuk menempuh pendidikan tinggi. Ini terlihat dari banyaknya
anak-anak transmigran gelombang pertama yang menyelesaikan pendidikan tinggi di
kota besar, dan berkarier di berbagai bidang profesi.

Pada tahun 2004, anak-anak transmigran membentuk
PATRI sebagai wadah pemikiran, pandangan, pembinaan, dan pengembangan sumber
daya manusia, mitra pemerintah dalam pembangunan bidang ketransmigrasian.

“Kami anak-anak transmigran benar-benar
merasakan manfaat transmigrasi, meski pada awalnya tentu harus melalui proses
berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian,” kata Ketua Umum PATRI Sugiarto
Sumas.

Menurut Sugiarto, kini rata-rata keuarga anak-anak
transmigran hidup berkecukupan. “Ada yang berkarier di militer dan
mencapai bintang dua, ada yang jadi guru besar dan bekerja di banyak
sektor,” kata dia.

Hingga saat ini, Tutut terus membina PATRI dan
memberikan pemikiran tentang apa yang harus dilakukan desa-desa transmigran
menghadapi persoalan saat ini. “Ada banyak tantangan bangsa, yakni kesenjangan
kaya-miskin, kesenjangan antar-wilayah, masalah kedaulatan pangan, masalah
pemenuhan energi ramah lingkungan dan masalah air layak konsumsi, yang para
transmigran bisa bersama-sama berperan menghadapinya,” kata Tutut.  

Salah satu yang paling memungkinkan adalah dengan
bersama-sama membangun desa mandiri pangan dan energi, setidaknya di
wilayah-wilayah transmigran.  

Desa mandiri pangan dan energy akan mengurangi
ketergantungan energi fosil secara nasional, memacu perkembangan daerah
transmigran dan mengurangi kesenjangan Jawa dan luar Jawa. Desa transmigran
yang mandiri membuat masyarakat memiliki kedaulatan pangan dan energi, dan
mengurangi kesenjangan kaya-miskin.

“Jika ini terwujud, kemakmuran akan hadir di
tanah-tanah transmigran dan saya akan mendampingi para transmigran memajukan
bangsa ini,” pungkas Tutut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Faktor-faktor Penting untuk Meningkatkan Ranking Website

Dalam dunia digital marketing, search engine optimization (SEO) menjadi kunci utama untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari. Namun,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img