Selasa, Maret 3, 2026

Penjualan Antam Naik 9 Persen di Triwulan I/2019

Must Read

Moneter.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membukukan penjualan
sebesar Rp6,22 triliun pada triwulan I/2019. Angka ini meningkat 9%
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,73
triliun. 

“Sementara, laba kotor perusahaan pada periode yang
sama tumbuh sebesar 2% menjadi Rp1,03 triliun,” tulis perseroan diketerangan
resminya, Kamis (02/05).  

Kemudian, pada periode yang sama ANTAM mencatatkan
Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) positif
sebesar Rp701,47 miliar.

Dengan capaian-capaian tersebut, sepanjang triwulan
I/2019, ANTAM membukukan laba usaha sebesar Rp304,73 miliar dan mencatatkan
laba tahun berjalan yang positif sebesar Rp171,67 miliar.

Terkait penjualan, ANTAM menyebutkan bahwa komoditas emas masih merupakan
komponen terbesar pendapatan Perusahaan, yang berkontribusi sebesar Rp3,94
triliun atau 63% dari total penjualan bersih pada kuartal I/2019.

Pada periode tersebut, ANTAM mencatkan volume produksi feronikel sebesar 6.531
ton nikel dalam feronikel (TNi), naik 7% dibandingkan capaiaan produksi kuartal
I/2018 sebesar 6.087 TNi. Volume penjualan feronikel ANTAM tercatat sebesar
7.122 TNi atau naik sebesar 33% dibandingkan penjualan periode yang sama 2018
yang mencapai 5.363 TNi.

Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel
sejalan dengan tercapainya stabilitas operasi produksi pabrik feronikel ANTAM
di Pomalaa yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27.000
TNi per tahun. 

Rencananya di semester II/2019, kapasitas total
produksi terpasang feronikel ANTAM akan naik menjadi 40.500 TNi seiring dengan
mulai berproduksinya pabrik feronikel ANTAM di Halmahera Timur.

“Penjualan feronikel merupakan kontributor terbesar
kedua dari total penjualan ANTAM, dengan kontribusi sebesar Rp1,23 triliun atau
20% dari total penjualan kuartal I/2019,” tulisnya lagi. 

Untuk komoditas emas, ANTAM mencatatkan total volume produksi emas dari tambang
Pongkor dan Cibaliung sebesar 470 kg (15.110 t.oz). Sementara itu volume
penjualan emas ANTAM di kuartal I/2019 tercatat sebesar 6.517 kg (209,526
t.oz). 

Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan penjualan
emas dengan melakukan inovasi pada berbagai produk emas Logam Mulia serta
memperluas jaringan pemasaran produk Logam Mulia.

Dijelaskan, pada kuartal I/2019, ANTAM mendapatkan Rekomendasi Perpanjangan
Persetujuan Ekspor Mineral Logam untuk penjualan ekspor bijih nikel kadar
rendah (<1,7% Ni) sebesar 2,7 juta wet metric ton (wmt) dari Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) untuk periode Tahun 2019-2020. 

Pada kuartal I/2019, tercatat volume produksi bijih nikel ANTAM tumbuh 6%
dengan total produksi sebesar 2,23 juta wmt dengan level volume penjualan
mencapai 1,74 juta wmt atau naik 37% dibandingkan penjualan di 208. ANTAM
mencatatkan pendapatan penjualan dari bijih nikel pada kuartal I/2019 sebesar
Rp782,51 miliar atau tumbuh sebesar 39% dibandingkan nilai penjualan bijih
nikel pada kuartal I/2018 sebesar Rp562,66 miliar.

Seperti halnya pada bijih nikel, ANTAM juga telah mendapatkan Rekomendasi Perpanjangan
Persetujuan Ekspor dari Kementerian ESDM untuk bijih bauksit tercuci sebesar
840.000 wmt.

Pada kuartal I/2019, ANTAM mencatatkan volume produksi
bijih bauksit sebesar 273.986 wmt, tumbuh sebesar 37% dibandingkan capaian
produksi kuartal I/2018 sebesar 200.300 wmt. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya

PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img