Moneter.id – PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memutuskan
membagikan dividen sebesar Rp50 per saham dengan jumlah total Rp337,1 miliar.
Nominal tersebut setara dengan 57,4% pay
out ratio atas laba bersih pada 2018.
Perseroan mengungkakan, jumlah pembagian dividen
perseroan di 2018 naik dibandingkan 2017. “Pada tahun lalu perseroan membagikan
Rp40 per saham dengan jumlah total Rp268,92 miliar,” tulis perseroan dalam siaran
persnya di Jakarta, Minggu (26/05/2019).
Sementara itu, laba bersih pada 2018 mengalami
peningkatan sebesar 44,4% menjadi Rp 587,1 miliar dari Rp 406,6 miliar pada
tahun sebelumnya. Pendorong utama meningkatnya laba seiring dengan melonjaknya
penjualan di department store yang
ikut menaikkan margin laba kotor.
Di luar itu, perseroan berhasil menekan biaya-biaya
operasional. Margin laba bersih mencapai 6,9% dari total penjualan bersih tahun
2018. Rencananya manajemen RALS akan membagikan dividen pada tanggal 27 Juni
mendatang.
Sementara target penjualan Ramadan serta Lebaran
2019 dipatok sebesar Rp3,2 triliun. Target tersebut naik 14% dibandingkan
dengan periode yang sama pada tahun lalu.
”Untuk Mei kami targetkan penjualan sebesar Rp2
triliun dan Juni itu Rp1,2 triliun. Target kenaikan dibandingkan tahun lalu
sebesar 14% sementara kontribusi terhadap penjualan selama setahun sekitar
35%,” kata Direktur Keuangan
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, Suryanto.
Lebih
lanjut, Suryanto menambahkan, kinerja kuartal I/2019 bisa dibilang tidak signifikan
karena pendapatan hanya tumbuh 1,4%. Namun, itu masih dalam batas wajar sebab
kinerja perseroan selalu meroket pada kuartal kedua jelang Lebaran.
Pada April saja terjadi lonjakan pendapatan sebesar
13%. Adapun, tahun ini RALS menargetkan dapat mencatat total penjualan sebesar
Rp8,9 triliun atau naik 3,7% dibandingkan dengan tahun lalu.
Sementara
untuk semester I/2019, Suryanto menargetkan dapat meraih Rp5,3 triliun.
Tercatat sampai Mei ini sudah dapat Rp3 triliun. “Memang momentum Lebaran itu
penting bagi kami karena berkontribusi 35% dari total target penjualan. Dua
bulan ini sangat penting karena Natal dan Tahun Baru tidak sebesar itu,”
ungkapnya.
Kemudian
momen back to school yang jatuh pada
Juli, pendapatan diharapkan bisa meraih Rp567 milliar. Sementara itu, momentum
lain seperti Jakarta Fair diharapkan dapat menambah pendapatan sebesar Rp10
milliar pada tahun ini.




