Kamis, Maret 12, 2026

Ditjen PEN Bina Pelaku UKM Sasar Ekspor ke Amerika dan Eropa

Must Read

Moneter.id – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor  Nasional (Ditjen PEN),  Kementerian Perdagangan menggelar seminar “Peluang dan Potensi Ekspor ke Pasar Amerika dan Eropa” kepada para
pelaku UKM
, Senin
(15/
07). Seminar
ini
untuk meningkatkan pemahaman dan informasi terkait selera pasar, tren, dan kriteria produk yang memiliki peluang di pasar ekspor.

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha Indonesia agar
memiliki
tambahan pengetahuan dan informasi yang baru dari pengalaman dan ilmu dari para tenaga ahli,tambah Marolop Nainggolan, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor selaku penanggung jawab kegiatan.

Lebih jauh, Marolop menambahkan bahwa, Kementerian Perdagangan menjalin kemitraan dengan organisasi pemerintah dan non-pemerintah di
luar
negeri untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha dan akses informasi terkait regulasi, persyaratan,
tren, dan
preferensi pasar tujuan ekspor.

“Berbagai kerjasama tersebut dijalin untuk memberikan manfaat kepada pengusaha Indonesia
agar dapat
mengembangkan bisnis keluar negeri,” kata Marolop.

Sementara, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor  Nasional, Arlinda menyatakan,
bahwa
Ditjen
PEN akan
berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan untuk mengejar target
pertumbuhan
ekspor
non-migas Indonesia 2019 yang telah
ditetapkan sebesar 7,5% atau menjadi US$ 175 miliar.

Seminar
ini
adalah salah satu cara untuk memberikan jalan bagi para pelaku usaha untuk mempertimbangkan pasar Amerika dan Eropa sebagai tujuan ekspor produknya.

Selain itu, para pelaku usaha perlu mengembangkan produk Indonesia yang
bernilai
tambah dan berdaya saing agar aktivitas ekspor Indonesia lebih member manfaat terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Salah
satu
poin dari seminar bahwa dalam melakukan ekspor ke Eropa dan Amerika, eksportir dipersyaratkan memenuhi prosedur dan persyaratan yang
dirasa
rumit.

Pada tahun 2018 neraca perdagangan Indonesia
mengalami
defisit sebesar US$ 8,69 miliar dengan komposisi impor migas sebesar US$ 12,69
miliar
dan ekspor non-migas
Indonesia hanya
sebesar
US$ 3,99 miliar.

Ekspor
Indonesia pada
periode tersebut mengalami pertumbuhan 1,62% di
mana pertumbuhan
ekspor
non-migas
mengalami peningkatan sebesar 3,76%
sedangkan
ekspor migas mengalami penurunan sebesar 12,04% periode
yang sama.

Impor
Indonesia pada
periode tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 2,13% di mana
produk non-migas juga mengalami
pertumbuhan sebesar 4,56% dan impor migas turun sebesar 7,34%.

“Memperhatikan situasi ini, Kementerian Perdagangan memandang perlu memberikan bimbingan kepada para pelaku khususnya UKM untuk dapat meningkatkan kapasitas dalam menggarap pasar tujuan ekspor,” kata Marolop.

Seminar
ini
diikuti oleh 170 orang pelaku usaha (UKM) dari berbagai sektor seperti industri home decor, herbal danr empah-rempah,
makanan-minuman, dan alas kaki yang berasal
dari wilayah Banten, Jawa Barat dan
Jakarta.

Para
pembicara
dan pembimbing berasal dari ahli di bidang promosi, pasar, tren,
maupun
packaging dari CBI Belanda, TPSA
Canada, Arise Project Europe
.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img