Senin, Maret 2, 2026

Ditargetkan 2 Juta Wisman Kunjungi Jateng dan Yogyakarta pada 2020

Must Read

Moneter.id – Pemerintah
Indonesia menargetkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa
Tengah dan Yogyakarta mencapai 2 juta wisatawan pada 2020.

Menteri
Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, pihaknya memastikan pengembangan
infrastruktur di kawasan destinasi prioritas berjalan dengan rencana, sehingga
bisa mendatangkan wisatawan mancanegara lebih banyak.

“Ini
merupakan destinasi ke-4 yang saya kunjungi dari 5 destinasi super prioritas
yang ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 15 Juli 2019. Serta memastikan
program percepatan (quick win)
berjalan on the track. Termasuk
pengembangan amenitas dikawasan tersebut,” kata Menpar saat melakukan kunjungan
kerja ke Glamping DeLoano di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo,
Jawa Tengah, Kamis (22/8).

Menpar
Arief juga menjelaskan untuk Jawa Tengah dan DIY agar mampu menyumbang 2 juta
wisman pada 2020 perlu mempercepat pembangunan dari sisi Atraksi, Amenitas,
Aksesibilitas.

“Untuk
atraksi saya tidak khawatir, kawasan ini tidak kalah dengan Bali. Kalau
membangun destinasi wisata seperti Nusa Dua perlu waktu panjang. Nomadic
Tourism seperti ini sesuatu yang cepat dan langsung terlihat dampaknya,” kata
Menpar.

Lalu
faktor penentu keberhasilan selanjutanya, kata Menpar yaitu akses. Bandara
Adisutjipto Yogyakarta sudah overload.
Kapasitas hanya 1,5 juta sedangkan load factornya 6 juta atau 4 kali lipat
sehingga ini menjadi masalah.

“Wisatawan
mancangera paling banyak mengunakan transportasi udara. Untuk itu besok saya
meninjau juga Yogyakarta Internasional Airport, agar target 2 juta wisman bisa
terealisasi. Sehingga bisa mendatangkan devisa sekitar 2 miliar dolar AS
beredar di Yogyakarta dan Jawa Tengah atau sekitar Rp30 triliun. Revenue-nya akan lebih banyak ke
masyarakat,” kata Menpar.

Untuk
itu, pemerintah memberikan anggaran tambahan sebesar Rp6,4 triliun kelima
destinasi super prioritas dimana kawasan sekitar Borobudur memperoleh Rp1,5
triliun untuk pengembangan infrastruktur dasar pada 2020.

“Tahun
lalu, Kementerian PUPR menganggarkan untuk sektor pariwsata di Borobudur Rp300
miliar. Lalu pada 2020 naik 5 kali lipat. Untuk itu Pemerintah daerah harus
memanfaatkan dengan baik. Targetnya infrastruktur dan utilitas dasar harus
selesai 2020,” ungkap Menpar.

Pada
kesempatan yang sama, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita
mengatakan Glamping atau Glamorous Camping yang dikembangkan oleh BOB membuat para
wisatawan tidak perlu repot menyiapkan peralatan memasak sendiri atau bingung
saat akan ke kamar mandi. Dalam glamping, segala kemewahan penginapan ditemukan
tanpa kehilangan sensasi berkemah.

 “Di sini nanti yang akan kita bangun pameran nomadic, ada rumah pohon sama homepod jadi itu tipe-tipe nomadic tourism, terus kami juga akan
bikin green house yang bisa memproduksi anggrek khas menoreh,” kata Indah.

Indah
juga menjelaskan, pihaknya berusaha agar lingkungan bisa merasa terangkul.
Masyarakat setempat pun ikut dilibatkan dan merangkul masyarakat.

“Kita
pakai sumber yang ada di sini. Terus menjaga kearifan lokal termasuk makanan
khas atau permainan anak-anak itu juga kearifan lokal,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img