Moneter.id – Presiden Ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie
menghembuskan napas terakhir wafat pada usia 83
tahun di ruang CICU, Paviliun Kartika RSPAD Jakarta Pusat pukul 18.05 WIB.
“Ayahnya telah berpulang ke Rahmatullah tepat pada pukul
18.03 WIB,” kata Thareq Kemal Habibie, Putra kedua
Habibie, Rabu (11/9).
Kata Thareq, faktor penyebab lainnya adalah karena jantung
yang sudah melemah. Pihaknya mengapresiasi dokter yang sudah berusaha
semampunya untuk menyembuhkan Habibie. “Jantungnya sudah berhenti beraktifitas, seperti yang
saya bilang, karena umur dan aktifitas yang banyak,” tungkasnya.
Sekilas
tentang BJ Habibie
Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Ia merupakan Presiden Republik Indonesia yang
ketiga dengan masa jabatan 2 bulan dan 7 hari (sebagai wakil presiden) dan juga
selama 1 tahun dan 5 bulan (sebagai presiden).
B. J. Habibie menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden
pada tanggal 21 Mei 1998.
Sebelumnya, B.J. Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-7,
menggantikan Try Sutrisno.
B.J. Habibie kemudian digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai
presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999.
Dari sekian banyak presiden Indonesia, B. J.
Habibie merupakan satu-satunya Presiden yang berasal dari etnis Gorontalo, Sulawesi dari garis keturunan Ayahnya yang berasal dari Kabila, Gorontalo dan etnis Jawa dari ibunya yang berasal dari Yogyakarta.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menginisiasi dibangunnya Monumen B.J. Habibie di
depan pintu gerbang utama Bandar Udara Djalaluddin,
di Kabupaten Gorontalo.
Selain itu, masyarakat Provinsi Gorontalo pun
sempat mengusulkan nama B.J. Habibie digunakan sebagai nama universitas negeri
setempat, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo yang
masih digunakan.
B.J. Habibie meninggal di Jakarta, 11 September 2019 pada umur 83 tahun Paviliun Kartika
RSPAD Jakarta Pusat pukul 18.05 WIB.




