PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), atau Paradise Indonesia, terus memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang melalui ekspansi portofolio properti, penguatan fundamental keuangan, serta transformasi bisnis yang berkelanjutan. Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan industri properti, perusahaan berhasil menjaga tren pertumbuhan yang konsisten selama lima tahun terakhir dengan fokus pada pengembangan aset ikonik dan peningkatan kontribusi pendapatan berulang.
Salah satu pencapaian terbaru ditandai dengan peresmian 23 Semarang Shopping Center pada 13 Juni 2026, yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan mixed-use di Kota Semarang. Proyek ini memperluas portofolio komersial perusahaan sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan aktivitas usaha lokal, dan keterlibatan lebih dari 50 tenant UMKM serta brand lokal.
Selain memperkuat aspek komersial, 23 Semarang Shopping Center juga mengintegrasikan teknologi energi terbarukan melalui instalasi panel surya berkapasitas hingga 1,86 MWp. Sistem tersebut diproyeksikan menghasilkan lebih dari 2,6 juta kWh energi bersih pada tahun pertama operasional dan mampu memenuhi sekitar 23,5% kebutuhan energi kawasan, sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Paradise Indonesia terus mengakselerasi penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam seluruh lini bisnisnya. Implementasi mencakup pengembangan green building, efisiensi energi, pengelolaan limbah dan air, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar. Langkah ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek pertumbuhan ekonomi inklusif dan pembangunan kota berkelanjutan.
Dalam lima tahun terakhir, perusahaan mencatat rekam jejak ekspansi yang konsisten, mulai dari perluasan beachwalk Shopping Center dan akuisisi Antasari Place pada 2021, penguatan segmen hospitality melalui YELLO Hotel dan Aloft Hotel pada 2022, peluncuran 31 Sudirman Suites di Makassar pada 2023, hingga operasional Hyatt Place Makassar serta serah terima Antasari Place pada 2024. Momentum berlanjut dengan peluncuran Citadines Antasari Jakarta pada 2025 yang semakin memperkuat basis pendapatan berulang perusahaan.
Model bisnis Paradise Indonesia bertumpu pada dominasi recurring income yang menjadi penopang utama stabilitas arus kas. Kontribusi pendapatan dari pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, dan aset komersial lainnya menjadikan perusahaan lebih tahan terhadap fluktuasi siklus industri properti.
Pada 2025, perusahaan juga menjalin kerja sama strategis dengan Hankyu Hanshin Properties, pengembang properti asal Jepang, yang menjadi validasi atas kualitas portofolio perusahaan sekaligus membuka peluang ekspansi internasional. Pada tahun yang sama, perusahaan berhasil menerbitkan obligasi perdana senilai Rp500 miliar dengan peringkat idAAA(cg) dari PEFINDO, memperkuat fleksibilitas pendanaan untuk mendukung ekspansi berkelanjutan.
Memasuki fase pertumbuhan berikutnya, Paradise Indonesia melakukan penyesuaian struktur kepemimpinan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 18 Juni 2026. Dalam keputusan tersebut, Andri Hadi ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Anthony Prabowo Susilo yang kini menjabat Presiden Komisaris. Perubahan ini menjadi bagian dari strategi regenerasi kepemimpinan dan penguatan tata kelola perusahaan.
“Dengan kombinasi pengalaman manajemen yang solid dan portofolio aset yang terus berkembang, Paradise Indonesia optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir,” ujar Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi.
Perusahaan juga menegaskan target untuk mempertahankan kontribusi pendapatan berulang di atas 75% pada 2026, didukung oleh portofolio aset komersial dan hospitality yang semakin matang. Dari sisi keuangan, perusahaan mencatat Net Debt to Equity (Net DER) di level 0,21x, mencerminkan struktur modal yang konservatif dan sehat.
Kinerja operasional turut menunjukkan penguatan, dengan EBITDA kuartal I-2026 meningkat 20% menjadi Rp100,67 miliar, sementara pendapatan neto tahun 2025 tumbuh 32,9% secara tahunan menjadi Rp1,74 triliun.
Wakil Presiden Direktur Paradise Indonesia, Surina, menyatakan bahwa kekuatan perusahaan terletak pada konsistensi eksekusi dan kualitas portofolio aset. “Paradise Indonesia telah membangun pondasi pertumbuhan yang kuat melalui kombinasi portofolio aset berkualitas, recurring income yang dominan, neraca yang sehat, dan disiplin eksekusi proyek,” ujarnya.
Dengan penguatan portofolio, ekspansi proyek baru seperti 23 Semarang Shopping Center, serta rencana pengembangan Plaza 88 Balikpapan, Paradise Indonesia memasuki fase pertumbuhan berikutnya dengan fondasi bisnis yang semakin solid dan strategi ekspansi yang terarah.




