Jumat, Agustus 7, 2026

Ditopang Impor Migas, Nilai Impor Indonesia Capai USD 137,24 Miliar di Semester I 2026

Must Read

Nilai impor Indonesia tercatat sebesar USD 25,91 miliar pada Juni 2026, meningkat 4,41 persen dibandingkan bulan sebelumnya (MoM) dan naik 34,27 persen dibandingkan Juni 2025 (YoY). Secara bulanan, peningkatan nilai impor tersebut didorong oleh kenaikan impor nonmigas 5,18 persen dan migas 0,96 persen (MoM).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan secara kumulatif, total impor selama Semester I tahun 2026 mencapai USD 137,24 miliar atau naik 18,69 persen (CtC). Kenaikan ini ditopang oleh melesat impor sektor migas 38,71 persen (CtC) menjadi USD 22,00 miliar, serta impor nonmigas yang tumbuh 15,50 persen (CtC) hingga mencapai USD 115,23 miliar.

Dari sisi struktur impor, golongan bahan baku/penolong masih mendominasi dengan kontribusi 71,37 persen terhadap total impor Indonesia selama Semester I 2026. Selanjutnya, barang modal berkontribusi 19,94 persen dan barang konsumsi 8,69 persen.

“Komposisi tersebut menunjukkan impor Indonesia masih didominasi kebutuhan untuk mendukung aktivitas produksi dan investasi,” kata Mendag Busan disiaran pers nya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Selama Semester I 2026, seluruh golongan penggunaan barang mencatatkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC). Impor bahan baku/penolong meningkat 18,38 persen menjadi USD 97,95 miliar, impor barang modal naik 20,50 persen menjadi USD 27,36 miliar, sedangkan impor barang konsumsi tumbuh 17,13 persen menjadi USD 11,93 miliar.

Mendag Busan menjelaskan, peningkatan impor perlu dilihat secara proporsional karena turut mencerminkan meningkatnya kebutuhan bahan baku, barang modal, serta aktivitas ekonomi nasional. Pertumbuhan impor menjadi indikasi meningkatnya aktivitas produksi dan perdagangan.

“Pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dengan upaya memperkuat ekspor sehingga neraca perdagangan tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Mendag Busan.

Dari sisi komoditas, peningkatan impor nonmigas terbesar selama Semester I 2026 terjadi pada pada impor kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) melejit 655,65 persen; garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) yang naik 87,69 persen; dan bijih logam, terak dan abu (HS 26) naik 57,07 persen (CtC).

Berdasarkan negara asalnya, Tiongkok tetap menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai USD 48,82 miliar atau berkontribusi 42,37 persen terhadap total impor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar USD 6,41 miliar (5,56 persen) dan Australia sebesar USD 5,71 miliar (4,96 persen).

Di sisi lain, negara asal impor nonmigas dengan pertumbuhan terbesar pada Semester I 2026, antara lain Meksiko yang melonjak 227,73 persen; Perancis 177,74 persen; dan Spanyol 81,67 persen (CtC).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ekspor Indonesia Juni 2026 Tembus USD 25,46 Miliar Naik 8,84% Dibanding Juni Tahun Lalu

Nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai USD 25,46 miliar. Nilai ini meningkat 9,72 persen dibandingkan Mei 2026 (MoM)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img