Moneter.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar)
menargetkan pembangunan seluruh utilitas dasar dan infrastruktur pendukung di
lima destinasi wisata super prioritas yakni, yakni Danau Toba di Sumatra Utara,
Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), Labuan Bajo
di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Likupang di Sulawesi Utara.bisa selesai
sesegera mungkin lantaran pemerintah telah mengucurkan anggaran tambahan
tersebut sebesar Rp6,35 triliun pada APBN 2020.
“Anggaran tambahan telah
dikucurkan, diharapkan mampu mempercepat pengerjaan proyek utilitas dasar dan
infrastruktur di lima destinasi super prioritas,” kata Menteri Pariwisata Arief
Yahya di Jakarta, Jumat (13/9).
Untuk mencapai target ini, kata
Menpar, pemerintah menganggarkan Rp6,35 triliun kepada 4 destinasi super
prioritas dengan rincian Danau Toba (Rp2,2 triliun). Kemudian Borobudur (Rp2,1
triliun), Labuan Bajo (Rp300 miliar), dan Mandalika (Rp1,9 triliun).
Tambahan anggaran untuk
pengembangan destinasi wisata super prioritas akan diberikan kepada enam
kementerian/lembaga terkait yang terdiri dari Kemenpar, Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Kehutanan
dan Lingkungan Hidup (KLHK), Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal
(PDT), dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
Kementerian PUPR mendapatkan
porsi penambahan anggaran paling besar, yakni sebesar Rp5,54 triliun lantaran
masih banyak utilitas dasar dan infrastruktur pendukung yang belum tuntas di
lima destinasi wisata super prioritas.
Baca juga: Anggaran Pembangunan Infrastruktur 5 Destinasi Super Prioritas Capai
Rp9,35 Triliun
“Utilitas dasar dan infrastruktur
pendukung merupakan jawaban dan komitmen pemerintah terhadap investor. Setelah
ini semuanya tinggal dieksekusi, detail engineering design (DED)
sudah, critical success factor masing-masing destinasi sudah
kita buat,” kata Arief.
Lebih lanjut Menpar Arief
menjelaskan, critical success factor dibuat oleh Kemenpar
untuk memastikan apakah pengembangan lima destinasi wisata super prioritas
berhasil di tengah hambatan yang ada. Sejauh ini, menurutnya selain belum
tuntasnya pembangunan utilitas dasar dan infrastruktur pendukung, hal lain yang
ikut menjadi hambatan adalah masalah lingkungan dan kebersihan.
Untuk Danau Toba, Menpar
menjelaskan, progres perfomansi Danau Toba mencapai 100,86 persen dengan
CSF Groundbreaking Glamping, penandatanganan perjanjian kerjasama
Land Utilization and Development Agreement (LUDA) yang ditargetkan selesai
Oktober 2019, serta pembangunan jalan dalam kawasan the Kaldera Toba sepanjang 1,9
kilometer.
Sedangkan untuk pengembangan
Borobudur, ia menjelaskan performansi Borobudur mencapai 93,36 persen dengan
CSF berupa bandara baru yang berkapasitas besar sehingga bisa menampung
wisatawan datang ke Borobudur.
”Critical success factor pengembangan
Borobudur yaitu pembangunan aksesibilitas Bandara Internasional Yogyakarta
(YIA) yang ditargetkan Maret 2020 selesai, Jalan Bypass menuju Borobudur, dan
percepatan penerbitan HPL 50 hektare di zona otorita dan rencana detail
pengembangan kawasan pariwisata Borobudur,” katanya.
Sedangkan untuk Mandalika di Nusa
Tenggara Barat, Menpar Arief menyebut pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika,
pembangunan Jalan Bypass Bandara menuju KEK Mandalika, dan pembangunan Bandara
Internasional Lombok jadi CSF di sana.
“Sementara untuk pengembangan
strategi penataan destinasi wisata Labuan Bajo yaitu perluasan Bandara
Internasional Komodo, lelang pengelolaan bandara, penataan kawasan Puncak
Waringin, pemindahan pelabuhan kontainer, dan segmentasi premium untuk Labuan Bajo,”
kata Menpar.
Yang terakhir adalah KEK Likupang
yang ada di Minahasa Utara yang ditetapkan presiden Jokowi sebagai destinasi
super prioritas terbaru yang tingkat performansi Likupang tercapai 171,4
persen.
“Critical success factor Likupang
meliputi Pengembangan KEK Pariwisata, Pengembangan Bandara Sam Ratulangi, dan
Pembangunan Jalan Bypass dan Tol Manado – Bitung,” ujar Menpar.




