Moneter.id – PT Unilever Indonesia Tbk membukukan laba sebesar Rp5,51
triliun di kuartal III/2019. Perolehan laba pada periode itu turun 24,37%
dibandingkan dengan laba di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp7,29
triliun.
“Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp32,36
triliun. Perolehan itu tumbuh 2,63% dibandingkan dengan penjualan hingga
kuartal III/2018 sebesar Rp31,53 triliun,” tulis perseroan dalam siaran persnya
di Jakarta, Kamis (17/10).
Dijelaskan, pertumbuhan penjualan ditopang dari segmen home and personal care yang tumbuh 4,46%
secara tahunan. Penjualan di segmen itu mencapai Rp22,35 triliun atau
berkontribusi 69,05% terhadap total penjualan.
Sementara itu, segmen foods
and refreshement turun 1,23% menjadi Rp10,02 triliun. Segmen ini
berkontribusi 30,95% terhadap total penjualan. Perseroan mampu menjaga kenaikan
harga pokok penjualan di level 1,35% menjadi Rp15,92 triliun, sedangkan biaya
pemasaran tumbuh 2,94% secara tahunan menjadi Rp6,10 triliun.
“Biaya keuangan naik mencapai 7,67% menjadi Rp169,33
miliar,” tulisnya lagi.
Perseroan memiliki jumlah aset sebesar Rp20,81 triliun
per 30 September 2019, naik 2,36% dari jumlah aset per 31 Desember 2018 sebesar
Rp20,33 triliun. Adapun, jumlah liabilitas seebsar Rp13,93 triliun dan ekuitas
sebesar Rp6,89 triliun.
Informasi saja, perseroan bakal menggelar Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 November 2019 dengan agenda meminta
persetujuan pemegang saham untuk stock
split.




