Minggu, Mei 3, 2026

Strategi Kemenperin Dorong Industri Mamin Diatas 8 Persen Hingga Akhir 2019

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri makanan dan minuman
(Mamin)
yang optimal hingga akhir tahun 2019.  Pada triwulan
III
/2019, pertumbuhan industri
mamin 
di angka
7,72%. Sedangkan pertumbuhan sektor ini sepanjang Januari-September sebesar
7,9%
.

Direktur
Jenderal (Dirjen)
Industri
Agro Kemenperin Abdul Rochim di Jakarta, Senin (11/11)
menegaskan, pihaknya sudah
menyiapkan berbagai strategi
agar
pertumbuhan industri mamin meningkat hingga di atas 8% pada akhir 2019 serta
memiliki daya saing.

Salah
satunya dengan meningkatkan produksi
,” ucapnya.

Kata Rochim, target jangka
panjang
Kemenperin
adalahmeningkatnya pertumbuhan industri mamin agar mampu stabil di atas level
9%.

Untuk mengimplementasikan
target tersebut,
pemerintah
mendorong ketersediaan bahan baku agar industri mamin dapat terus berproduksi
,” ujarnya.

Kemudian,
lanjutnya,
dalam hal
pemasaran, Kemenperin menganggarkan kegiatan-kegiatan yang mendukung
peningkatan ekspor pada tahun 2020.

“Di
antaranya fasilitasi temu bisnis dan promosi pada pameran berskala
internasional serta fasilitasi pelatihan ekspor (export coaching) bagi pelaku
usaha di sektor industri agro,” jelasnya.

Selain
itu,
salah
satu bentukdukungan peningkatkan ekspor sektor mamin adalah dengan mendorong para
pelaku usaha untuk ikut serta dalam pameran berskala internasional seperti
pameran SIAL Interfood Expo 2019 yang diselenggarakan pada 13 -16 November 2019
di JIEXPO Kemayoran, DKI Jakarta.

“Ajang
SIAL Interfood Expo 2019
diharapkan
menjadi sarana untuk meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman untuk
mendukung Indonesia sebagai industri makanan dan minuman terkemuka di ASEAN,”
terangnya.

Rochim
menambahkan, SIAL Interfood Expo 2019 juga dapat dimanfaatkan pelaku industri
mamin untuk memamerkan inovasi produk dan teknologinya, terutama yang terkait
industri 4.0, seperti augmented reality, smart factory, smart
packaging
, ataupun smart distribution.

“Terlebih,
Indonesia akan menjadi Official Partner Country Hannover Messe 2020, kami harap
para pelaku industri mamin juga dapat berpartisipasi dalam pameran industri
terbesar di dunia tersebut,” jelas Rochim.

Untuk
meningkatkan peningkatan daya saing dan ekspor pada sektor mamin, pemerintah
telah mengeluarkan berbagai kebijakan pendukung berupa insentif fiskal untuk
menarik investasi, di antaranya tax holiday, tax allowance, serta
bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP).

Tax
Holiday
seperti
dituangkan dalam PMK 150/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak
Penghasilan Badan dapat diberikan kepada industri-industri agro pionir, seperti
industri green diesel, green gasoline, green avtur, atau bioethanol.

Sedangkan
Tax Allowance
dapat
diberikan kepada investasi baru atau perluasan yang memenuhi kriteria umum
sesuai PP 9/2016, antara lain yang memiliki nilai investasi tinggi atau untuk
ekspor, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, serta memiliki kandungan
lokal tinggi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

15 Aplikasi Kasir Android Terbaik yang Punya Fitur Lengkap di Indonesia

Aplikasi kasir Android kini menjadi solusi utama bagi pelaku usaha untuk mengelola transaksi secara cepat dan akurat. Dengan fitur...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img