Rabu, April 22, 2026

Orderan Sewa Meningkat, Tower Bersama Infrastructure Kantongi Pendapatan Rp3,469 Triliun

Must Read

Moneter.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatat pendapatan sebesar Rp 3,469 triliun untuk periode
sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2019.

CEO PT Tower
Bersama Infrastructure Tbk
(TBIG) Hardi Wijaya Liong
men
gatakan, pelanggan telekomunikasi TBIG terus melakukan
densifikasi jaringan mereka di seluruh negeri. Hal itu membuat order kolokasi
perusahaan meningkat tajam.

Per 30 September lalu, TBIG memiliki 27.789 penyewaan dan
15.485 site telekomunikasi yang terdiri dari menara telekomunikasi sebanyak
15.396 dan 89 jaringan DAS.

Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak
27.700, maka rasio kolokasi perseroan menjadi 1,80 sebelumnya pada akhir 2018
hanya 1,69. 
“Pada kuartal III/2019, pertumbuhan
penyewaan organik perusahaan tercepat dibandingkan sebelumnya
,” ucapnya, Rabu (13/11).

“Kami menambahkan 1.342 penyewaan kotor yang terdiri
dari 196 site telekomunikasi dan 1.146 kolokasi. Hal ini membuat penambahan
organik kotor kami sebanyak 2.578 penyewaan untuk sembilan bulan pertama 2019
,” kata Hardi lagi.

Kami berharap untuk melebihi target kami tahun ini sebesar
3.000 penyewaan,” ujar
nya.

Per 30 September 2019, sebut Hardi, total
pinjaman perusahaan sebesar Rp 21.122 miliar. Jumlah itu sebelumnya dalam mata
uang dolar AS, namun telah dilakukan lindung nilai.

Berikutnya total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 13,186 triliun. Dengan saldo kas yang
mencapai Rp 333 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 20,789 triliun dan total pinjaman senior
bersih (net senior debt) perseroan
menjadi Rp 12,853 triliun.

Sementara, Chief
Financial Officer
TBIG Helmy Yusman Santoso menambahkan, perusahaannya
memiliki rekam jejak baik dalam mengakses berbagai sumber pendanaan.

“Pada awal Juli, kami membayar lebih cepat sepenuhnya
pinjaman berjangka kami dan menggantinya dengan Fasilitas Revolving (RCF) baru sebesar 375 juta dolar AS berjangka
waktu 5,5 tahun bullet dan penurunan biaya bunga sebesar 25 basis poin
(bps),” tuturnya.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Perluas Jangkauan Ritel Lewat Erajaya, Fokus Dongkrak Penjualan Smartphone di Indonesia

Motorola Indonesia mempercepat langkah ekspansi bisnisnya di pasar domestik melalui kemitraan strategis dengan PT Erajaya Swasembada Tbk. Kolaborasi ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img