Senin, Januari 26, 2026

SMF ‘Guyur’ Lagi BTN Rp3 Triliun

Must Read

Moneter.id – Untuk mendukung
peningkatan kontribusi PT Bank Tabungan Negara (BTN) dalam Program Satu Juta
Rumah, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengalirkan dana pinjaman
subordinasi sebesar Rp 3 triliun kepada BTN. Pinjaman itu berjangka waktu
selama lima tahun dengan suku bunga
 fixed selama jangka waktu
pinjaman.

Kerja sama pemberian
dana tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian oleh Direktur Utama
SMF Ananta Wiyogo dan Direktur Bank BTN Nixon Napitupulu, Jumat (27/12).

Direktur Utama SMF
Ananta Wiyogo mengatakan, kerja sama penyaluran pinjaman ini merupakan bentuk
dukungan SMF kepada BTN yang merupakan mitra strategis SMF sejak 2006. Apalagi
BTN merupakan kontributor  utama dalam penyaluran KPR bagi MBR. 

Baca juga: Tahun Depan, SMF Bakal Kucurkan Rp3,7 Triliun Melalui Program FLPP

“Kami berharap pinjaman
ini dapat memperkuat pemodalan BTN. Hal ini sejalan dengan visi SMF dalam
mendukung ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga
Indonesia,” kata Ananta.

Kerja sama tersebut
telah tertuang di Rencana Bisnis Bank (RBB) BTN pada 2019. Ini merupakan
pinjaman subordinasi kedua setelah yang pertama disalurkan pada 2016 senilai Rp
3 triliun, sehingga pinjaman subordinasi yang telah disalurkan SMF telah
mencapai Rp 6 triliun.

Pinjaman Subordinasi
sebagaimana telah diatur oleh peraturan pemerintah, akan digunakan sebagai
instrumen penambahan modal atau juga disebut junior loan.

Jadi, kerja sama ini
merujuk kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK No 34/POJK.03/2016
tentang perubahan atas POJK No 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan
Modal Minimum Bagi Bank Umum. 

Sementara, Direktur
Utama BTN Pahala N Mansury menambahkan, BTN ditunjuk pemerintah menyediakan
rumah bagi kaum milenial di Indonesia.

“Dengan adanya pinjaman
tersebut, akan mendukung upaya perseroan menghadirkan rumah bagi generasi
muda,” lanjut Pahala.

Baca juga: Tambahan Dana FLPP Rp2 Triliun Cair, BTN Tambah Kuota KPR Subsidi

Selain akan meningkatkan
posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) BTN, kata Pahala, pinjaman
subordinasi ini juga akan menjadi amunisi menyalurkan kredit di tahun depan.

“Pada 2020, perusahaan
membidik rasio kecukupan modal perseroan berada di level 17% – 19%,” tungkasnya

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img