Moneter.id – PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta
Futures Exchange (JFX) menargetkan pertumbuhan transaksi rata-rata kontrak
24%-31% sepanjang 2020.
Tahun lalu, JFX berhasil mencatatkan volume transaksi sebesar
7,94 juta lot atau tumbuh sebesar 18% dengan nilai tansaksi mencapai kurang
lebih Rp 9.683,14 triliun.
“Untuk
mendukung target tersebut, JFX akan merilis kontrak palm oil. Diharapkan dapat memicu tumbuhnya transaksi,” kata Direktur
Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang, di Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Katanya, pihaknya juga menargetkan kontrak
multilateral naik menjadi 1,75 juta lot atau naik 24% dari tahun lalu.
Sedangkan kontrak bilateral ditargetkan mencapai 7,25 juta lot atau naik 31%
dari tahun 2019.
Lanjutnya lagi, pertumbuhan transaksi
perdagangan berjangka komoditi (PBK) di JFX melampaui target yang ditetapkan
sepanjang 2019. Kenaikan transaksi ini didorong oleh sentimen perang dagang dan
gejolak harga komoditas.
“Perkembangan 2019 transaksi PBK di JFX
sangat menggembirakan yang mencapai hampir 8 juta lot, di atas target yang
ditetapkan sebesar 6,6 juta lot,” katanya.
Pertumbuhan positif juga dapat dilihat dari
volume transaksi untuk kontrak multilateral yang meningkat 9,89% menjadi 1,47
juta lot dari sebelumnya 1,33 juta lot atau tumbuh 9,89%.
Begitu pula dengan kontrak bilateral yang
tumbuh signifikan 20% menjadi 6,48 juta lot dari sebelumnya 5,40 juta lot.
Nilai transaksi kontrak multilateral mencapai Rp 202,22 triliun. Sementara
nilai transaksi bilateral mencapai angka Rp 9.480,9 triliun.
Kontrak emas tercatat jadi sumber pundi-pundi
kontrak multilateral sepanjang 2019. Kontrak emas berkontribusi 49,04% dari
keseluruhan volume kontrak multilateral.
Kontribusi terbesar kedua adalah kontrak kopi
yang mencapai 29,37% dari volume multilateral, disusul oleh kontrak olein
sebesar 22,9% dan kontrak kakao sebesar 2,69% dari keseluruhan kontrak
multilateral.




