Moneter.id – Menteri BUMN Erick Thohir memerintahkan
12 perusahaan BUMN untuk membeli kembali atau buyback
saham perusahaan yang beredar di publik. Hal ini terkait merosotnya Indeks
Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 6,58 persen atau 361,73 poin ke posisi 5.136
pada perdagangan Senin (9/3).
Keduabelas perusahaan BUMN
tersebut berasal dari tiga sektor, yakni perbankan, konstruksi, dan
pertambangan seperti, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Lalu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya
(Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Jasa
Marga (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk.
“Kementerian BUMN telah
berkoordinasi dengan 12 perusahaan tersebut. Nilainya sekitar Rp7 triliun-Rp8
triliun yang akan dilakukan dibeli kembali,” kata Staf Khusus Menteri BUMN
Arya Sinulingga di Jakarta, Selasa (10/3/2020).
Kata Arya, pelaksanaan
aksi korporasi itu diserahkan kepada masing-masing perusahaan. Beberapa BUMN
merasa nilai fundamental perseroan lebih tinggi dari nilai transaksi di pasar.
“Mudah-mudahan bisa memperbaiki kinerja market kita terhadap isu yang ada,” jelasnya.




