Moneter.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng perusahaan rintisan
di bidang edukasi berbasis aplikasi digital, CAKAP untuk melatih kemampuan
berbahasa Inggris para pelaku industri pariwisata melalui daring di tengah
pandemi COVID-19.
Menteri Parekraf/Kepala Baparekraf Wishnutama Kusubandio
menyampaikan, kerja sama ini mencerminkan tekad dan optimisme untuk tetap
meningkatkan kemampuan dan daya saing di tengah situasi pandemi COVID-19.
“Program ini memiliki makna strategis bagi kita semua,
terutama karena pembelajaran ini diselenggarakan di tengah wabah COVID-19,”
kata Menteri Wishnutama disiaran pers yang diterima Moneter.id, Selasa (31/3/2020).
?Dalam pariwisata, katanya, kemampuan Bahasa Inggris
merupakan elemen kunci untuk menunjang pelayanan, terutama bagi pelayanan wisatawan
mancanegara.
Kemenparekraf memiliki tanggung jawab untuk mendorong dan
mengembangkan sumber daya manusia di bidang pariwisata.
Untuk tahap awal, pelatihan bahasa Inggris secara daring
akan diberikan kepada para pemandu wisata di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP).
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi pelaku
pariwisata yang akan bermanfaat pada saat wabah mulai mereda dan kegiatan
pariwisata bertumbuh kembali,” tambah Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan
Kelembagaan Dr. Frans Teguh.
CAKAP merupakan sebuah perusahaan rintisan yang bergerak
dalam bidang edukasi teknologi berbasis aplikasi digital yang berfokus pada
peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sebuah inovasi pelatihan bahasa
asing secara daring.




