Moneter.id
–
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mencatatkan kenaikan laba
bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMI) sebesar 7,0%
menjadi Rp809,7 miliar di semester I/2020.
“Kinerja didukung oleh peningkatan pendapatan non
bunga (fee based income) dan pengelolaan biaya strategis
secara berkelanjutan (sustained strategic
cost management),” kata Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin
Zakaria di Jakarta akhir pekan lalu.
Dijelaskan,
perseroan mencatat kenaikan pendapatan fee based sebesar
1,4% menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana
terdapat pendapatan fee non
rutin sebesar Rp 101,0 miliar dari hasil penyelesaian arbitrase domestik.
“Bila pendapatan fee non
rutin tersebut tidak diperhitungkan, maka perseroan mencatat kenaikan fee 11,0% yang berasal dari fee Global Market, bancassurance dan
Wealth Management, serta biaya transaksi e-channel,”
ujarnya.
Selain
itu, perseroan mengungkapkan profil pendanaan bank terus menguat seperti
tercermin dari peningkatan rasio CASA dari 33,1% pada Juni 2019 menjadi 40,0%
pada Juni 2020, dimana tabungan meningkat sebesar 9,9%.
Peningkatan CASA merupakan hasil penerapan strategi
Bank untuk mengurangi pendanaan berbiaya tinggi melalui penyediaan layanan cash management berbasis perbankan digital.
Bank telah mengalihkan upaya untuk meningkatkan
peluang bisnis ditengah kondisi pasar yang menantang dengan
mengoptimalkan layanan perbankan digital, Maybank2u (M2U) dimana mulai banyak
nasabah kini menggunakan layanan mobile apps khususnya
dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Transaksi
keuangan yang dilakukan melalui M2U naik 136% menjadi 4,5 juta transaksi pada
semester I 2020 sementara, terdapat 34,000 pembukaan rekening tabungan/deposito
dan lebih dari 45.000 rekening baru dibuka melalui M2U,” ucap Taswin.
Aplikasi M2U tidak hanya menyediakan layanan pembukaan
rekening dengan mudah dan cepat, tetapi juga menyediakan fitur yang nyaman dan
tidak rumit seperti QR Pay, proses KYC secara digital untuk pembukaan rekening, channel pembayaran donasi dan fitur menarik
lainnya.
Selanjutnya,
rasio kredit terhadap simpanan/Loan to Deposit Ratio (LDR-Bank
saja) berada pada tingkat yang sehat sebesar 94,2% sementara rasio cakupan
likuiditas/Liquidity Coverage Ratio (LCR-Bank saja) berada
pada posisi 152,4% per Juni 2020, jauh melampaui kewajiban minimum sebesar
100%.




