Sabtu, April 25, 2026

Kuartal III/2020, Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Minus Hingga 1,4 Persen

Must Read

Moneter.id
 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan minus 1,6 persen
hingga 1,4 persen pada kuartal III/2020. Prediksi ini berkaca pada biaya
penanganan Covid-19 dari APBN yang sudah tersalurkan dan pelonggaran PSBB.

“Pemerintah berupaya keras untuk menahan laju pertumbuhan di
atas nol persen. Di antaranya dengan memastikan bantuan sosial sebagai
pengungkit konsumsi rumah tangga disalurkan secara tepat sasaran,” kata Menteri
Keuangan Sri Mulyani,
Senin (22/6/2020).

Katanya, jika ekonomi masuk negatif pada kuartal ketiga, Indonesia
masuk ke zona resesi secara teknis. Sebab, hampir dapat dipastikan, ekonomi
pada kuartal kedua akan mengalami kontraksi dalam.

“Itu saya sebutkan, technically bisa resesi kalau kuartal kedua negatif dan ketiga
negatif,” ujarnya.

Menkeu memproyeksikan, ekonomi kuartal II/2020 naik negatif 3,8 persen. “Ini
merupakan dampak langkah restriksi aktivitas sosial dan ekonomi, sehingga
berdampak pada agregat demand maupun supply,”
ucapnya.

Menkeu Sri berharap pada kuartal IV/2020 ekonomi akan lebih baik.”Harapan ini
sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah dan insentif dunia usaha serta
berbagai program UMKM yang sudah mulai berjalan,” paparnya.

“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2020 dapat berada di atas 3,4 persen. Namu,
apabila menggunakan skenario sangat buruk, pertumbuhannya hanya di tingkat satu
persen,” ujarnya lagi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Grand Indonesia Jadi Lokasi LEGO® Store Terbesar di Asia Tenggara

EGO® Group Indonesia, bekerja sama dengan MAP Active, meresmikan pembukaan LEGO Certified Store terbarunya di lantai 5 Grand Indonesia...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img