Moneter.id – Pemegang
saham pengendali berkomitmen mengembangkan Bank Jago yang sebelumnya bernama PT
Bank Artos Indonesia Tbk (Bank Artos) menjadi bank berbasis teknologi yang akan
melayani segmen menengah dan mass market,
dengan berkolaborasi bersama seluruh pelaku ekosistem digital.
“Didukung manajemen yang kuat dan berpengalaman,
kami optimistis dapat berpartisipasi aktif dalam menumbuhkan ekonomi digital
dan ikut mewarnai industri perbankan nasional,” kata Direktur Utama Bank
Jago, Kharim Siregar di acara Public
Expose Insidentil secara virtual di Jakarta, Kamis (9/7/2020).
Menurut Kharim, saat ini pihaknya tengah merampungkan
bisnis model dan menyempurnakan aplikasi yang akan diluncurkan sebelum kuartal
IV-2020.
“Seiring berjalannya bisnis model Bank Jago,
indikator kinerja perseroan saat ini tentunya nanti akan ikut berubah,”
kata Kharim.
Kharim menjelaskan, keputusan manajemen mendesain Bank
Jago sebagai bank berbasis teknologi didasari pada kajian mendalam terkait
pergeseran tren layanan keuangan digital dan penggunaan teknologi dalam
kehidupan sehari hari.
Menurut dia, disrupsi digital yang melanda hampir
semua sektor ekonomi, termasuk sektor jasa keuangan, telah mengubah lanskap
industri perbankan. Karena itu, kemampuan bank dalam beradaptasi dan memahami
kebutuhan nasabah menjadi faktor kunci.
Cara pandang masyarakat terhadap layanan dan produk
jasa keuangan juga berubah secara signifikan dalam lima tahun terakhir.
Acara ini sebagai bagian dari proses penyebaran
informasi kepada pemegang saham atas perkembangan kinerja dan kondisi
perseroan, terutama setelah pelaksanaan rights
issue.
Di acara itu manajemen juga memaparkan bisnis model
dan rencana pengembangan bisnis bank ke depan. “Proses rights issue senilai Rp1,3 triliun telah selesai pada April 2020,”
jelas manajemen.
Pemegang saham pengendali, PT Metamorfosis Ekosistem
Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology Limited (WTT), telah melaksanakan
haknya sehingga porsi kepemilikan masing-masing tetap sama yakni 37,65 persen
dan 13,35 persen.
Keduanya menjadi pengendali dengan total kepemilikan
51 persen, sementara pemegang saham publik tercatat sebesar 49 persen.
Dengan tambahan modal hasil rights issue, Bank Jago
naik peringkat ke Bank BUKU II dengan ekuitas Rp1,3 triliun dan aset senilai
Rp1,8 triliun per April 2020. Per posisi Maret 2020 rasio kecukupan modal (CAR)
tercatat 116 persen, loan to deposit ratio (LDR) sebesar 58 persen dan non
performing loan (NPL) 2,09 persen.




