Moneter.id
–
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyatakan
pemerintah menyerap dana Rp10 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga
Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk
sebesar Rp24,93 triliun.
“Hasil lelang sukuk ini memenuhi target indikatif Rp10
triliun,” tulis Keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan
dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (24/11/2020).
Pada lelang ini, investor meminati sukuk dengan tenor
menengah yaitu seri PBS026 dengan jumlah dimenangkan mencapai Rp2,8 triliun
dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,07892 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada
15 Oktober 2024 ini mencapai Rp5,6 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk
5,03 persen dan tertinggi 5,25 persen.
Untuk seri PBS017, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,85
triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,45308 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada
15 Mei 2025 ini mencapai Rp2,88 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 5,28
persen dan tertinggi 5,53 persen.
Untuk seri PBS028, jumlah dimenangkan mencapai Rp4,35
triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,22313 persen.
Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada
15 Oktober 2046 ini mencapai Rp13,1 triliun dengan imbal hasil terendah masuk
7,18 persen dan tertinggi 7,4 persen.
Pemerintah tidak memenangkan lelang dari seri
SPNS11052021 dan PBS027 mengingat target indikatif sudah tercapai dan minimnya
penawaran yang masuk untuk dua seri ini.
Sebelumnya, pada Selasa (10/11), pemerintah juga
menyerap dana Rp10 triliun dari lelang lima seri sukuk negara dengan total
penawaran yang masuk sebesar Rp22,63 triliun.




