Moneter.id
– Love Yourself,
merupakan pepatah sebelum kamu mencintai orang lain,
kamu harus belajar mencintai diri kamu sendiri. Sangat logis ya teman-teman.
Beberapa kali kita sering dengar juga,
saat kita berpergian menggunakan pesawat terbang, para pramugari dan pramugara selalu memberikan SOP dan arahan mengenai proses penyelamatan, mulai
dari pemasangan oksigen ke diri sendiri sebelum memasangkan ke orang lain,
memasang pelampung sendiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain ke seluruh penumpang pesawat.
“Di
era new normal, hal itu menjadi salah satu alert bagi kita, terutama soal perubahan
perilaku, baik dari bekerja, belajar, belanja dan sebagainya,” kata Rista Zwestika CFP, Perencana Keuangan Finansualku.com disiaran persnya, Jumat
(11/12/2020).
Katanya, banyak
yang bisa dibahas mengenai love
yourself,
namun terpenting disini kita akan membahas
dari sisi keuangan. “Keamanan keuangan menjadi
dasar seseorang dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga,” ucapnya.
“Iya,
hal ini sangat relate, terkait arus
kas, hutang, dana darurat dan asuransi. Janganlah bicara soal investasi kalau
fondasi keuangan kalian belum kuat,”
papar Rista.
Menurutnya, alangkah
baiknya kamu pribadi secara sadar mengetahui kondisi keuangan kalian, dan setelah
berhasil bisa menceritakan ke orang lain. Bicara soal proteksi, tentunya
asuransi menjadi salah satu solusi yang bisa digunakan.
“Investasi
banyak bicara soal membuat uang lebih banyak, asuransi lebih menjaga uang kita tersebut
tidak hilang,” tegasnya.
Jelasnya, asuransi
bukan bicara sakit, cacat dan mati, namun dampak ekonomi yang muncul akibat
seseorang mengalami salah satu atau ketiga hal tersebut.
Rista menjelaskan, setelah
why
nya didapat kenapa kalian perlu
asuransi, langkah selanjutnya adalah asuransi mana yang ideal untuk kalian.
“Jika kalian masih single, pilihlah asuransi kesehatan dan
asuransi sakit kritis. Namun jika kalian
sudah
menikah, pilihlah asuransi kesehatan, asuransi sakit kritis
dan asuransi jiwa,” jelasnya lagi.
Terkait
jenisnya, lanjut Rista, masyarakat dapat menggunakan
produk asuransi tradisional maupun unit
link (asuransi dan
investasi). “Yang
bagus untuk si A belum tentu bagus untuk B, maka dari awal lakukan financial check up terlebih dahulu. Dan
untuk mempermudahnya,
kita bisa menyisihkan
10% dari pemasukan untuk membeli produk asuransi,” katanya.
Sebagai contoh, Bapak X saat ini
berpenghasilan 120jt per tahun dengan seorang istri sebagai ibu rumah tangga.
Berdasarkan penghasilan tersebut, berarti keluarga X memiliki budget Rp12 juta per tahun untuk asuransi
keluarga.
Dikarenakan yang bekerja hanya suami maka
idealnya, suami
memiliki asuransi jiwa, asuransi
sakit kritis dan asuransi kesehatan serta
istri memiliki
asuransi kesehatan.
Kenapa para
suami
perlu lengkap? Karena nilai ekonomi suami tersebut sebagai sumber utama
keuangan di keluarga tersebut. Akan jadi beda cerita kalo istri juga punya
sumber penghasilan lain misalnya dari bisnis.
Lebih jauh, kata Rista, terdapat
beberapa keuntungan memiliki asuransi pribadi, pertama, kontrol resiko ada di tangan kita,
bukan bergantung kepada pihak lain.
“Kedua, bentuk
love yourself kepada diri sendiri,
karena asuransi kesehatan manfaatnya kita nikmatin secara langsung, sedangkan
asuransi jiwa memastikan orang yang kita sayangi tetap bisa hidup normal,
walaupun kita sudah tidak ada lagi di dunia ini,” ujarnya.
Terakhir, katanya, untuk asuransi jiwa, bisa mencakup pengganti penghasilan,
pembayaran hutang kepada pihak lain, biaya pemakaman, dan biaya pendidikan dan
pewarisan ke generasi selanjutnya terpenuhi.
“Kalau
kamu masih bingung dengan perencanaan asuransi, kamu dan keluarga bisa menghubungi para CFP
Finansialku melalui konsultasi.finansialku.com. Kita akan membantu menghitungkan dan memberikan pilihan
asuransi yang sesuai kebutuhan dan budget
kalian,” tutup Rista.




