Moneter.id
–
Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Singapura, Temasek
Holding Limited melalui anak usaha Anderson Invesment menguasai sebanyak
1.402.947.000 atau setara 19% kepemilikan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA)
pada tanggal 26 Januari 2021.
“Telah terjadi transaksi tutup sendiri atau crossing sebanyak 1.402.947.000 lembar saham
atau 19% MPPA dari Prime Star Invesment, anak usaha perseroan ke Anderson
Investment pada tanggal 26 Januari 2021,” tulis PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku
pemegang saham pengendali MPPA dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (28/1).
Tulisnya, transaksi crossing itu
terjadi sebagai bentuk pelaksanaan perjanjian penempatan hak tukar antara
perseroan, Prime Star Invesment Pte Ltd dan Anderson Investment pada tanggal 31
Januari 2013.
Saat itu, Prime Star Invesment telah menerbitkan equity linked instrument tanpa bunga yang
disebut Exchangeable Rights dengan jumlah pokok sebesar
USD300 juta, yang seluruhnya telah diambil dan dibayar penuh oleh Anderson
berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang terdapat didalamnya pada tanggal 18
Februari 2013.
Kemudian, surat berharga itu dapat ditukarkan dengan
saham-saham dalam PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sejumlah 1.402.947.000
lembar saham, pada setiap waktu berdasarkan opsi dari Anderson,
selambat-lambatnya tanggal 31 Januari 2021.
Alhasil, komposisi kepemilikan MPPA saat ini dikuasai
oleh; MLPL sebesar 33%, DBS Bank Ltd 17%, Connery Asia Limited 14% dan Anderson
19%.
PT Matahari Putra Prima Tbk mencatat kerugian di
semester I/2020 sebesar Rp 219,25 miliar. Angka ini meningkat 17,32% dari rugi
Rp 186,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kerugian MPPA meningkat lantaran turunnya pendapatan
di semester I-2020 hingga 20,91% dari Rp 4,64 triliun menjadi Rp 3,67 triliun.
Beban pokok penjualan yang tercatat sebesar Rp 2,94 triliun. Sementara itu
beban penjualan tercatat sebesar Rp 174,78 miliar serta beban umum dan
administrasi sebesar Rp 686,68 miliar.
Pada sisi liabilitas, MPPA tercatat sebesar Rp 4,36
triliun dengan porsi liabilitas jangka pendek sebesar Rp 2,44 triliun.
Sedangkan ekuitas tercatat sebesar Rp 311,43 miliar.
Adapun kas dan setara kas pada akhir periode tercatat
sebesar Rp 166,25 miliar, turun dari posisi awal yang sebesar Rp 304,29 miliar.
Penurunan lantaran adanya kas neto untuk aktivitas operasi sebesar Rp 87,86
miliar dan aktivitas investasi sebesar Rp 55,73 miliar. Sedangkan MPPA
memperoleh kas neto dari pendanaan sebesar Rp 5,46 miliar.




