Moneter.id
–
Bupati Gianyar I Made Mahayastra resmi mengubah nama dan logo PD BPR Werdhi
Sedana menjadi PT BPR Bank Daerah Gianyar (Perseron).
I Made Mahayastra mengatakan Bank Daerah Gianyar telah
melalui perjalanan yang panjang. Banyak hal telah dilewati dan banyak hikmah
yang bisa diambil yang cukup menjadikan Bank Daerah Gianyar menjadi sebuah
perusahaan yang besar.
“Kita berharap Bank Daerah Gianyar ini menjadi
kebanggaan kita, kebanggaan masyarakat Gianyar, karena prestasi yang diukir
cukup luar biasa, manfaat yang kita rasakan juga sudah luar biasa,” kata
Mahayastra di kantor Bank Daerah Gianyar, Bali, Rabu (17/2/21).
Jelasnya, tugas-tugas pemerintahan yang diberikan
kepada Bank Daerah Gianyar telah berhasil dituntaskan dengan baik. Misalnya
saat penyaluran BLT dana desa. Dalam waktu yang sangat terbatas Bank Daerah
Gianyar telah berhasil membuat puluhan ribu rekening penerima BLT dengan
ketelitian yang tinggi. Sehingga saat itu, Gianyar paling cepat prosentasenya
dalam penyaluran BLT dana desa.
“Termasuk pengelolaan keuangan desa
dipercayakannya kepada Bank Daerah Gianyar. Juga menyalurkan Kredit Usaha
Rakyat Daerah (Kurda) untuk usaha mikro kecil (UMK) dan koperasi, dan penyalur
Kredit Usaha Rakyat Daerah Gianyar Aman Sejahtera untuk masyarakat pra
sejahtera,” ujar Bupati Gianyar.
Pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat Daerah dimulai
tahun 2018, dengan jumlah dana yang ditempatkan Pemerintah Kabupaten Gianyar di
Bank Daerah Gianyar sebesar Rp20 miliar. Sampai dengan tahun 2020 sudah
disalurkan kepada 814 debitur dengan jumlah plafon Rp33,532 miliar, terdiri
atas 785 UMK dan 27 koperasi.
Kemudian tahun 2020, Pemkab Gianyar kembali
menempatkan dana sebesar 3,5 miliar untuk program KURDA Gianyar Aman Sejahtera
yang mulai disalurkan di bulan Desember 2020. Sampai hari ini program Kurda GAS
telah tersalurkan di 7 kecamatan dengan plafon sebesar 38,5 juta untuk 11 orang
debitur.
Pihak Bank Daerah Gianyar akan terus bekerja agar
serapan anggaran Kurda ini dapat maksimal membantu pemulihan ekonomi sebagai
dampak pandemi Covid 19.
Sementara, Dirut Bank Daerah Gianyar, I Nyoman Suparsa
Widana menyampaikan, bahwa perubahan bentuk badan hukum, nama dan logo PD. BPR Werdhi
Sedana menjadi PT. BPR Bank Daerah Gianyar (Perseroda) berdasarkan atas
Keputusan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara
Nomor: KEP-6/KR.08/2021 pada tanggal 8 Januari 2021.
“Perubahan bentuk badan hukum dan nama ini, selain
untuk menjalankan amanat UU, juga dimaksudkan bahwa nama bank harus memiliki
ciri khas yang mempermudah masyarakat untuk mengenal dan memahami bahwa Badan
Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang perbankan ini adalah milik
Pemerintah Kabupaten Gianyar,” katanya.
Bank Daerah Gianyar kini mengalami perkembangan yang
pesat sejak berdiri 12 Februari 1968 silam. Terbukti, Bank Daerah Gianyar
melakukan langkah-langkah pengembangan layanan berbasis IT, tidak kalah dengan
bank-bank swasta.
Tahun 2020 Bank Daerah Gianyar masih bisa membukukan
laba sebesar Rp2.624.031.499, asset sebesar Rp165.748.360.634 dengan setoran
PAD sebesar Rp1.443.217.324 dan penambahan cadangan sebesar Rp524.806.299
sehingga jumlah hak pemegang saham atas pembagian laba tahun 2020 adalah
sebesar Rp1.968.023.624 atau 19,68 persen dari Rp10 miliar modal setor yang
ditempatkan.
Dengan demikian, jumlah akumulasi PAD yang telah
disetor sampai dengan tahun 2021 adalah Rp16.556.587.018,36 dan jumlah cadangan
sebesar Rp8.679.900.482.
Sehingga total hasil investasi Pemerintah Kabupaten
Gianyar dalam penyertaan modal sebesar Rp10 miliar dari sejak berdiri tahun
1968 sampai dengan tahun 2021 adalah Rp25.236.487.501 atau 250 persen.




