Minggu, Maret 1, 2026

Akhir bulan lalu, BRI telah turunkan suku bunga seluruh segmen

Must Read

Moneter.id
Akhir
bulan lalu atau 28 Februari 2021, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) memutuskan
untuk menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) untuk seluruh segmen yaitu
korporasi, ritel, mikro, KPR dan non-KPR sebesar 150 bps-325 bps.

“Penurunan suku bunga kredit ini merupakan bagian dari
upaya untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, seiring kelanjutan
tren penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia,” kata Direktur Utama BRI
Sunarso dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (2/3).

Katanya, penurunan SBDK terbesar diberikan pada kredit
konsumer non-KPR sebesar 3,25 persen sehingga SBDK non-KPR berubah dari semula
12 persen menjadi 8,75 persen.

Selain itu, SBDK KPR turun sebesar 2,65 persen, dari
9,90 persen menjadi 7,25 persen. Penurunan SBDK juga dilakukan untuk segmen
mikro sebesar 2,5 persen, dari 16,50 persen menjadi 14 persen.

Pada kredit segmen korporasi dan ritel, Penurunan SBDK
terjadi masing-masing sebesar 1,95 persen dan 1,5 persen. SBDK korporasi
berubah dari 9,95 persen menjadi 8 persen dan SBDK segmen ritel berkurang dari
9,75 persen menjadi 8,25 persen.

“Penurunan suku bunga kredit ini juga dilakukan karena
menurunnya beban biaya dana (cost of fund)
dan meningkatnya level efisiensi perbankan yang disebabkan berbagai inisiatif
digital yang terus dilakukan,” ucap Sunarso.

Meski telah menurun, menurut dia, perubahan suku bunga
kredit bukan menjadi satu-satunya variabel penentu besar atau kecilnya
permintaan pembiayaan dari nasabah.

“Berdasarkan analisa ekonometrika, variabel
paling sensitif atau elastisitasnya paling tinggi terhadap pertumbuhan kredit
adalah tingkat konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” kata
Sunarso.

Secara keseluruhan, melalui langkah ini, BRI terus
menunjukkan komitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung
penyaluran berbagai stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan
konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Peningkatan dua hal ini akan
berujung pada naiknya permintaan kredit dan membaiknya pertumbuhan ekonomi
nasional,” kata Sunarso.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2020, BRI telah menurunkan
suku bunga rata-rata sebesar 75 bps-150 bps, bahkan khusus untuk
restrukturisasi keringanan suku bunga, BRI menurunkan antara 300 bps-500 bps.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img