Sabtu, Maret 7, 2026

Kemendag – Astra Cetak Lima Pesantren Binaan Rambah Pasar Ekspor Ayam

Must Read

Moneter – Kementerian
Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen
PEN) bersama PT Astra International Tbk bersinergi mencetak para peternak ayam
kecil agar siap menjadi eksportir daging ayam ke negara tetangga dan negara
mayoritas muslim.

Peternak ayam ini
merupakan binaan Ikatan Pesantren Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa Indonesia (Insan
Madani) yang merupakan fasilitator lima sentra ayam Desa Sejahtera Astra (DSA)
pesantren di Jawa Timur yaitu Al Azhar Aslich Mughny, Al Fatah, Mambaul Ulum,
Anharul Ulum, dan Fathul Ulum. 

Sinergi tersebut, salah
satunya diwujudkan Kemendag dengan menfasilitasi penandatanganan Perjanjian
Kerja Sama mengenai Pengembangan Ekosistem Kemitraan Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah (UMKM) DSA antara Insan Madani dan PT Darbe Jaya Abadi (Darbe Meats).
Penandatanganan dilaksanakan pada Sabtu (13/11) di Sidoarjo, Jawa Timur dan
disaksikan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan. 

“Melalui kerja sama ini,
Darbe Meats berkomitmen untuk menjadi penjamin (off taker) dan fasilitator DSA
pesantren untuk komoditas produk peternakan ayam. Ke depannya, lima DSA
pesantren yang tersebar di Blitar, Malang, dan Jombang akan menjadi pemasok
ayam kepada Darbe Meats. Para pemasok ayam selanjutnya memasok kebutuhan pasar
dalam negeri dan pasar global. Saat ini tengah menjajaki peluang ekspor perdana
produk daging ayam ke Malaysia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor
Nasional Didi Sumedi diketerangan resminya, Sabtu (13/11).

Direktur Kerja Sama
Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan menjelaskan, ruang lingkup kerja sama
ini antara lain kerja sama pemasaran untuk produk ayam dan turunannya untuk
pasar lokal dan internasional, pengembangan rantai pasok (value chain) produk
ayam dan turunannya, serta pembinaan dan pelatihan bagi peternak DSA pesantren
produsen produk ayam dan turunannya.

“Ruang lingkup kerja sama
ini juga meliputi pemanfaatan ekosistem dan teknologi digital bagi para UMKM
dan peternak binaan DSA. Selain itu, menghubungkan dan mencocokan (link and
match) produk ekspor serta memfasilitasi pemasaran melalui kerja sama dengan
para pemangku kepentingan ekspor di luar negeri, seperti Indonesian Trade
Promotion Center, Atase Perdagangan RI, Kedutaan Besar RI, dan diaspora,” tutur
Marolop.

Saat ini, lanjut Marolop,
berbagai pihak terkait sedang berupaya menjawab tantangan yang dihadapi.
Misalnya, ketentuan standar keamanan pangan (food safety) di negara tujuan dan
masih mahalnya ongkos logistik karena situasi pandemi.

“Kami sedang mencarikan
jalan keluar untuk menyelesaikan tantangan ini,” imbuhnya.

Marolop berharap, kerja
sama antara Insan Madani dan Darbe Meats dapat membuat produk ayam Indonesia
lebih merambah pasar ekspor yang lebih luas. “Kami berharap kerja sama ini
dapat membawa hasil konkret melalui peningkatan nilai ekspor produk ayam
Indonesia dan peningkatan kesejahteraan peternak kecil yang dibina oleh DSA
pesantren,” ungkap Marolop.

Insan Madani memiliki
visi dan misi mengelola pesantren tidak hanya sebagai tempat para santri
menuntut ilmu agama, tetapi juga mencetak sociopreneur (wirausaha yang lebih
menekankan pada unsur isu sosial). Tujuannya agar dapat mengembangkan lini
bisnis produk unggulan desa yang berkontribusi kepada masyarakat sekitar.

Desa Sejahtera Astra
adalah program kewirausahaan berbasis masyarakat desa yang dijalankan oleh PT.
Astra International Tbk dengan mengoptimalkan potensi lokal dan produk unggulan
desa agar bersaing di pasar global melalui ekspor.

Menurut Head of Corporate
Social Responsibility PT Astra International Tbk Bondan Susilo, kerja sama
Kemendag dan Astra memberikan dukungan peningkatan kapasitas (capacity building),
peningkatan fasilitas produksi, dan akses sumber daya bagi peternak ayam DSA
pesantren.

“Kemendag memberikan
dukungan untuk membuka akses pasar dan promosi ekspor kepada buyers melalui
jejaring perwakilan perdagangan di luar negeri,” kata Bondan.

Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik (BPS), selama lima tahun terakhir (2016—2020), nilai ekspor
daging ayam Indonesia tumbuh dengan tren 16,9 persen per tahunnya. Pada
Januari—Agustus 2021, nilai ekspor daging ayam Indonesia mencapai USD 999 ribu.
Adapun negara tujuan ekspor utama daging ayam Indonesia yaitu Jepang, Timor
Leste, Papua Nugini, Qatar, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan Australia.

Pada hari yang sama juga
dilakukan kunjungan Ditjen PEN Kemendag ke DSA yang merupakan produsen produk
unggulan Jawa Timur lainnya antara lain DSA Malang (penghasil domba, kain
batik, keripik buah), DSA Blitar (ikan koi), DSA Ponorogo (rempah), dan DSA
Lamongan (pisang).

Kembangkan
Produk Unggulan dari 755 Desa

Penandatanganan
perjanjian kerja sama antara Insan Madani dan Darbe Meats merupakan turunan
kerja sama yang saat ini sedang dijalankan Kemendag dan PT Astra International
Tbk dalam program Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa. Kerja sama Kemendag
dengan PT Astra International Tbk dimulai dengan penandatanganan kesepakatan
bersama tentang Pengembangan Ekspor Produk Unggulan Desa pada 28 Juli 2021.

“Dalam kerja sama
tersebut, Kemendag dan Astra berkomitmen meningkatkan kapasitas ekspor sekitar
755 desa dalam program DSA agar berdaya saing dan mampu berkompetisi di pasar
global,” ujar Didi.

Dalam perjanjian kerja
sama tersebut, kedua pihak sepakat mencipatakan minimal 100 desa yang mampu
melakukan ekspor secara mandiri dan mendapatkan pembelian ulang (repeat order)
dalam dalam kurun waktu kerja sama selama dua tahun. Adapun empat pilar kerja
sama yaitu produk pertanian dan olahan, kopi, perikanan, serta wisata kriya dan
budaya.

Dalam kerangka kerja sama
tersebut, Kemendag dan PT Astra Internasional telah melakukan sejumlah
pelepasan ekspor. Pada 24 Oktober 2021, Kemendag dan PT Astra Internasional
melakukan pelepasan ekspor satu kontainer Kopi Aceh Gayo Arabica ke Inggris
dengan nilai sekitar Rp1,4 miliar yang dikelola oleh Pesantren Darul Mujahadah
Al Waliyyah, PT Merador Kopi Berjaya, dan Koperasi Gayo Leuser Antara.

Pesantren Darul Mujahadah
Al Waliyyah, PT Merador Kopi Berjaya, dan Koperasi Gayo Leuser Antara merupakan
fasilitator kopi Aceh Gayo DSA Takengon, Aceh Tengah yang selama ini bekerja
sama membina petani kopi Aceh Gayo.

Sebelumnya, pada 27
September 2021, Kemendag dan PT Astra International Tbk melakukan pelepasan
ekspor bulu mata palsu ke Turki, Zimbabwe, dan Amerika Serikat senilai sekitar
USD 30 ribu oleh PT Diva Prima Cemerlang, yang merupakan fasilitator bulu mata
palsu Desa Sejahtera Astra (DSA) Purwerejo, Jawa Tengah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img