Sabtu, Maret 7, 2026

Mendag Lutfi pimpin pelepasan ekspor senilai Rp35,03 triliun

Must Read

Moneter
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memimpin pelepasan ekspor senilai Rp35,03
atau setara USD 2,44 miliar dalam acara “Pelepasan Ekspor Akhir Tahun
2021” yang dilaksanakan secara hibrida yang diikuti 278 eksportir dari 62
kabupaten/kota di 26 provinsi yang bertempat di PT Toyota Motor Manufacturing
Indonesia, Karawang International Industrial City, Jawa Barat, Kamis (23/12).   

“Ekonomi nasional mulai pulih. Momentum ini harus
terus dijaga secara serius agar perekonomian Indonesia bisa lebih cepat bangkit
dan tumbuh,” kata Mendag Lutfi.

Katanya, pelepasan ekspor ini merupakan kolaborasi dan
kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah
daerah, dan para pelaku usaha untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta
meningkatkan kinerja ekspor nasional.

“Saya berharap pelepasan ekspor ini dapat memotivasi
kalangan dunia usaha untuk terus mempertahankan dan memperluas pasar ekspornya,”
ujar Mendag Lutfi.

Pemerintah, lanjut Mendag Lutfi, didorong untuk fokus
pada peningkatan kinerja ekspor dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi
nasional.

“Secara simultan, pertumbuhan ekspor yang
signifikan juga akan mendorong inovasi dan peningkatan kualitas industri dalam
negeri. Kedua hal ini merupakan fondasi utama untuk memulihkan ekonomi nasional
dan mewujudkan cita-cita Indonesia Maju 2045,” tegas Mendag.

Mendag Lutfi menyampaikan, Kementerian Perdagangan
sering bertemu dan berdiskusi dengan eksportir. “Kami selalu motivasi para
pelaku usaha untuk berani mengeksplorasi peluang pasar baru di kawasan emerging markets dan pasar
nontradisional. Terlebih dengan adanya ketidakpastian di negara-negara pesaing,
kita justru dapat memanfaatkan potensi ekspor yang selama ini belum
dioptimalkan seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Barat, Eropa Timur dan
negaranegara di kawasan Oseania,” ujar Mendag.

Menurutnya, pertumbuhan ekspor nonmigas yang terus
menerus surplus hingga akhirnya meraup nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang
sejarah ini, bukan hanya hasil kerja keras pemerintah pusat, tetapi juga para
eksportir dan pemerintah daerah.

Secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia pada Januari-November
2021 mencapai USD 209,16 miliar atau naik 42,62 persen dibanding periode yang
sama tahun 2020. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia bulan November
2021 mengalami surplus USD 3,51 miliar yang sekaligus melanjutkan tren surplus
secara beruntun sejak Mei 2020, dan tercatat sebagai nilai ekspor bulanan
tertinggi sepanjang sejarah.

Produk ekspor nonmigas dari Indonesia yang menerima
permintaan tertinggi di pasar dunia meliputi lemak dan minyak hewan/nabati,
bahan bakar mineral, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik beserta
bagiannya, serta karet dan produk karet.

Sedangkan lima negara yang menjadi pasar tujuan ekspor
terbesar adalah Tiongkok (USD 46 miliar); Amerika Serikat (USD 23,13 miliar),
Jepang (USD 15,18 miliar), India (USD 11,87 miliar) dan Malaysia (USD 9,66
miliar). 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img