Selasa, Januari 27, 2026

Pembiayaan Baru BFI Meroket Hingga 79,8% yoy di Tahun 2021

Must Read

Moneter
PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencetak nilai pembiayaan baru
(booking) sebesar Rp13,7 triliun sepanjang 2021 atau mengalami kenaikan
79,8% year-on-year (yoy) dan 30,2% quarter-on-quarter
(qoq).

“Kenaikan booking ini yang cukup
besar di kuartal IV 2021 seiring dengan pulihnya kondisi pandemi serta
peningkatan aktivitas bisnis pada umumnya,” ujar Sudjono, Direktur Keuangan BFI
Finance disiaran persnya, Kamis (17/2/2022).

Sejalan dengan itu, lanjut Sudjono, laba setelah pajak
mencatat peningkatan 61,3% dibandingkan periode yang sama
tahun sebelumnya, mencapai Rp1,13 triliun.

 “Perusahaan
berhasil meningkatkan performa bisnisnya sepanjang tahun 2021. Salah satunya
ditandai dengan profit yang meningkat lebih dari 60%. Selain itu, Return
on Assets
 (RoA) dan Return on Equity (RoE)
masing-masing berada di level 9,6% dan 16,2%. Rasio keuangan ini bergerak
positif dan didukung dengan pencadangan yang hati-hati, meskipun kualitas
aset terus membaik,” ujar Sudjono.

Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing
financing
/NPF) dari total piutang yang dikelola turun 47 bps yoy dari
1,72% menjadi 1,25%, dibandingkan rata-rata industri multifinance sebesar 3,53%
per 31 Desember 2021.

“NPF coverage mencapai 4,6 kali dari
rasio NPF bruto sebesar 1,25%, sementara itu NPF neto kami sangat rendah, hanya
di angka 0,23%,” tambah Sudjono.

Hal ini juga sejalan dengan nilai restrukturisasi
piutang yang kurvanya terus menurun. Per  31 Desember 2021, outstanding piutang
yang direstrukturisasi tercatat turun hingga sebesar 71,7% dari angka tertinggi
di kuartal III 2020, di mana 83,0% di antaranya telah kembali ke
angsuran normal. Piutang restrukturisasi yang tersisa ini ditargetkan dapat
diselesaikan seluruhnya di tahun mendatang.

“Selama hampir 40 tahun BFI Finance beroperasi, kami
telah melewati banyak fase naik turunnya kondisi bisnis yang dipengaruhi oleh
kondisi eksternal. Kiat kami tak lain adalah dengan terus adaptif dan agile dalam
menghadapi segala ketidakpastian. Saat ini nilai kapitalisasi pasar Perusahaan
terus meningkat sejalan dengan kepercayaan pasar dan didukung oleh likuiditas
yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bisnis ke depannya,” kata
Sudjono.

Selama tahun 2021, catatan positif juga ditorehkan
pada total aset dan piutang pembiayaan bersih. Sampai penghujung tahun lalu,
BFI Finance telah membukukan aset senilai Rp15,6 triliun dengan piutang
pembiayaan dikelola Rp14,6 triliun, atau meningkat sebesar 4,5%
dibandingkan tahun sebelumnya.

Prestasi lain yang patut dibanggakan adalah pencapaian
dari anak perusahaan yaitu PT Finansial Integrasi Teknologi (FIT) melalui
platform PinjamModal.id di mana sepanjang tahun 2021 berhasil menyalurkan
pembiayaan baru sebesar Rp524 miliar, atau meningkat 76 kali lipat
dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari
kemampuan business development serta sistem aplikasi yang
dikembangkan selama ini.
           

Di awal tahun 2022, Perusahaan menyambut gembira
rencana pemegang saham utama BFI Finance, Trinugraha Capital, yang mengajukan Tender
Offer
 Sukarela untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya di BFI Finance
dengan terus menjaga status Perusahaan sebagai perusahaan terbuka; serta
hadirnya Bravo Investments Ltd. yang dikendalikan oleh Jerry Ng sebagai
calon pemegang saham pengendali tidak langsung.

“Kami yakin bahwa dengan
dukungan penuh dari seluruh pemegang saham dan stakeholders perusahaan,
BFI Finance akan semakin solid dalam mengembangkan bisnisnya di tahun-tahun mendatang,”
tutupnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img