Senin, Agustus 3, 2026

Danamon Kantongi Laba Rp2,4 Triliun pada Semester I 2026

Must Read

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun pada semester I 2026, meningkat 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit, peningkatan dana pihak ketiga, serta kontribusi sinergi bisnis di dalam ekosistem MUFG.

Sepanjang Januari-Juni 2026, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon mencapai Rp230,1 triliun atau tumbuh 12% secara tahunan. Pertumbuhan terbesar berasal dari segmen Enterprise Banking and Financial Institution yang meningkat 19% menjadi Rp109,7 triliun, disertai kenaikan bisnis pada segmen UKM, konsumer, dan anak usaha.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga berupa giro, tabungan, dan deposito meningkat 14% menjadi Rp181,7 triliun. Kenaikan tersebut mendorong pendapatan operasional perseroan naik 7% menjadi Rp12,6 triliun, sementara margin bunga bersih (NIM) tercatat sebesar 8,1%.

Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, mengatakan perseroan terus menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dengan memperkuat kolaborasi di dalam grup perusahaan.

“Sepanjang semester pertama 2026, Danamon konsisten merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup. Salah satu aksi korporasi yang kami lakukan adalah penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia yang menjadikan Danamon sebagai Pemegang Saham Pengendali HCI,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/7).

Akuisisi tersebut merupakan bagian dari pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional dan Konglomerasi Keuangan MUFG di Indonesia. Sejak efektif pada 24 Juni 2026, Danamon resmi menjadi pemegang saham pengendali PT Home Credit Indonesia setelah mengambil alih saham yang sebelumnya dimiliki PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

Menurut Nobuya, langkah tersebut akan memperkuat kemampuan grup dalam menyediakan layanan keuangan yang lebih menyeluruh kepada nasabah.

“Kami optimis melewati paruh kedua tahun ini dengan fondasi finansial kuat dan manajemen risiko yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta didukung oleh MUFG sebagai perusahaan induk, anggota grup perusahaan, dan para mitra strategis untuk memberikan solusi finansial holistik kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan Danamon, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” katanya.

Selain mencatatkan pertumbuhan bisnis, Danamon juga berhasil memperbaiki kualitas aset. Rasio Loan at Risk (LAR) turun menjadi 7,8% pada akhir Juni 2026 atau membaik 263 basis poin dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, rasio pencadangan kredit bermasalah (NPL coverage ratio) tetap tinggi di level 282,4%, mencerminkan kehati-hatian perseroan dalam mengelola risiko di tengah ekspansi bisnis.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Bersih CLEO Naik 27% pada Semester I-2026, Penjualan Tumbuh 23,8%

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mempertahankan tren pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img