Senin, Agustus 3, 2026

Bisnis Logistik Melesat, ASSA Raup Pendapatan Rp3,06 Triliun pada Semester I 2026

Must Read

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester I 2026 di tengah tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi ekonomi yang masih berfluktuasi. Emiten jasa transportasi, logistik, dan ekosistem kendaraan bekas itu membukukan pendapatan sebesar Rp3,06 triliun, naik 8,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut menopang laba bersih ASSA yang mencapai Rp271,24 miliar pada paruh pertama tahun ini. Perseroan menilai capaian tersebut mencerminkan ketahanan model bisnis yang ditopang diversifikasi usaha dan efisiensi operasional.

Direktur Utama ASSA Prodjo Sunarjanto mengatakan fundamental bisnis perseroan tetap terjaga meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, kami bersyukur ASSA mampu menjaga pendapatan stabil, yang menunjukkan bahwa fundamental bisnis Perseroan tetap kuat,” kata Prodjo.

Segmen logistik menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan ASSA. Hingga Juni 2026, lini usaha tersebut menghasilkan pendapatan Rp1,35 triliun atau tumbuh 13,1% secara tahunan. Sementara bisnis rental kendaraan menyumbang pendapatan Rp1,04 triliun, meningkat 6,5% dibandingkan semester I tahun lalu.

Di sisi lain, ekosistem kendaraan bekas juga menunjukkan kinerja yang beragam. Penjualan mobil bekas melalui Caroline.id meningkat 8,2% menjadi Rp565,06 miliar. Namun, bisnis lelang melalui JBA Indonesia masih menghadapi tekanan akibat pasokan kendaraan yang belum pulih dan daya beli masyarakat yang cenderung fluktuatif.

Menurut Prodjo, kekuatan ASSA terletak pada portofolio bisnis yang saling melengkapi sehingga mampu menjaga stabilitas pendapatan ketika salah satu segmen menghadapi perlambatan.

Untuk memperkuat pertumbuhan, ASSA terus memperluas bisnis logistik end-to-end. Salah satu langkah yang ditempuh adalah merampungkan pembangunan gudang logistik rantai dingin (cold chain) melalui Coldspace di Pulogadung dengan kapasitas mencapai 20.000 palet.

“Tren permintaan yang terus berkembang telah membuat penguatan layanan logistik rantai dingin menjadi penting bagi Perseroan,” ujar Prodjo.

Perseroan juga mengembangkan Transportation Management System (TMS) dan Warehouse Management System (WMS) untuk meningkatkan efisiensi distribusi, pengelolaan armada, serta operasional pergudangan agar layanan kepada pelanggan menjadi lebih terintegrasi.

Memasuki semester II 2026, ASSA memilih bersikap konservatif dalam menetapkan target bisnis. Dengan mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi dan kenaikan biaya operasional, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 5%-10% sepanjang tahun 2026. Target tersebut akan ditopang oleh penguatan bisnis logistik, kinerja rental yang tetap stabil, serta optimalisasi ekosistem kendaraan bekas.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Bersih CLEO Naik 27% pada Semester I-2026, Penjualan Tumbuh 23,8%

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mempertahankan tren pertumbuhan kinerja pada semester I-2026. Emiten produsen air minum dalam kemasan (AMDK)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img