Jumat, September 18, 2026

Bali Tak Lagi Cuma Soal Wisata, Hunian Bulanan Mulai Diburu Pekerja

Must Read

Pasar properti Bali mulai mendapat sumber permintaan baru dari kalangan pekerja dan penduduk yang memilih menetap sementara di Pulau Dewata. Fenomena ini membuat kebutuhan hunian fleksibel, khususnya sewa bulanan, kian terbuka di tengah perubahan pola mobilitas masyarakat.

Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali mencatat sebanyak 300.258 penduduk datang ke Bali sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat berpindah ke Bali.

Tren tersebut berjalan seiring dengan kinerja ekonomi Bali yang masih tumbuh solid. Pada triwulan II 2026, ekonomi Bali tumbuh 5,78% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29%.

Pertumbuhan ekonomi dan masuknya penduduk baru tersebut turut mengubah kebutuhan akomodasi. Mereka yang datang untuk bekerja membutuhkan tempat tinggal dengan durasi lebih panjang dibandingkan wisatawan, tetapi belum tentu bersedia terikat kontrak sewa tahunan.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi bisnis co-living. Cove mencatat jumlah kamar yang disewakan secara bulanan di Bali meningkat 100% sejak awal 2026.

“Cove melihat bahwa pergerakan Gen Z dan Milenial ke Bali kini tidak lagi hanya untuk wisata, namun juga bekerja,” ungkap Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing, Cove.

Menurutnya, mayoritas penghuni bulanan Cove di Bali hanya membutuhkan tempat tinggal selama satu hingga dua bulan. Kebutuhan itu terutama berkaitan dengan pekerjaan jangka pendek, mulai dari relokasi sementara, proyek hingga pekerjaan freelance.

“Mayoritas dari penghuni bulanan Cove di Bali memilih untuk tinggal selama 1-2 bulan saja, menunjukkan pola kebutuhan yang berkaitan dengan pekerjaan jangka pendek seperti relokasi sementara, proyek, atau pekerjaan freelance,” katanya.

Dian menilai pola tersebut menciptakan celah di pasar hunian. Hotel cenderung menawarkan akomodasi harian, sementara rumah atau apartemen sewa pada umumnya mengharuskan penyewa mengambil kontrak lebih panjang.

“Kebutuhan ini sulit untuk dipenuhi oleh hotel harian atau hunian sewa lain yang umumnya membutuhkan kontrak tahunan,” ujar Dian.

Menariknya, pasar hunian bulanan tersebut bukan terutama digerakkan oleh ekspatriat. Cove mencatat 76% penghuni kamar bulanan di Bali merupakan penduduk domestik.

Kelompok usia 25-29 tahun menjadi penghuni terbesar dengan porsi 29%. Dari sisi pekerjaan, 46,6% penghuni merupakan pekerja profesional dan 22,7% merupakan pekerja lepas atau freelancer.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan hunian sementara di Bali semakin terkait dengan aktivitas ekonomi, bukan semata-mata kebutuhan akomodasi wisata.

Dari sisi harga, hunian dengan tarif di bawah Rp5 juta menjadi segmen yang paling banyak diminati. Permintaan tersebut relatif tidak terlalu bergantung pada lokasi properti.

Pola ini berbeda dengan pasar hunian di Jabodetabek yang lebih banyak dipengaruhi oleh lokasi dan akses. Di Bali, harga justru menjadi pertimbangan yang lebih dominan bagi penyewa bulanan.

Sementara itu, Denpasar menjadi pusat permintaan hunian bulanan. Tingkat okupansi Cove di Denpasar tercatat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan wilayah operasional lainnya di Bali. Sebanyak 79% penghuni bulanan Cove memilih kawasan tersebut.

Tingginya permintaan di Denpasar tidak terlepas dari perannya sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Bali. Keberadaan proyek ekonomi baru, termasuk KEK Sanur, turut memperkuat aktivitas di kawasan tersebut.

Dengan demikian, pertumbuhan kebutuhan hunian di Bali mulai mengikuti pergerakan aktivitas ekonomi. Jika sebelumnya permintaan properti banyak bertumpu pada kawasan wisata, kini pusat pekerjaan dan kegiatan ekonomi mulai menjadi magnet baru bagi pasar hunian.

“Dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di luar kawasan wisata utama Bali, Cove melihat kebutuhan akan hunian sewa yang lebih beragam akan turut tumbuh,” kata Dian.

Cove pun menyatakan akan terus memperluas portofolio hunian sewa fleksibel di Bali untuk mengikuti perubahan kebutuhan tersebut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

CLEO Genjot Ekspansi Pabrik dan Distribusi, Bidik Pertumbuhan Berlanjut

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) terus memperkuat ekspansi bisnis air minum dalam kemasan (AMDK) untuk menjaga pertumbuhan kinerja hingga...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img