Moneter – Bank
bjb (BJRR) berencana melakukan penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights
issue pada Maret 2022. Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 682,65
juta saham biasa seri B dengan nilai nominal Rp250 per saham.
“Perseroan menetapkan harga pelaksanaan Rp1.355 per
saham. Sehingga dari aksi korporasi ini perseroan akan memperoleh dana segar
sebesar Rp924,9 miliar,” tulis perseroan berdasarkan prospektus yang
diterbitkan Selasa (22/2/2022).
Sebagai catatan, Perseroan telah mengantongi
pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Februari 2022.
Adapun aksi korporasi ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau
RUPS Tahunan pada 6 April 2021.
“HMETD akan dibagikan kepada para pemegang saham
Perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perseroan pada 7
Maret 2022. Di mana setiap pemilik 1.153 saham lama perseroan akan memperoleh
80 HMETD,” tulis perseroan.
Dalam prospektus, disebutkan bahwa setiap 1 HMETD
memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru dengan
harga pelaksanaan sebesar Rp1.355 per saham, yang harus dibayar penuh pada saat
mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS).
Perseroan menjadwalkan tanggal terakhir perdagangan
saham dengan HMETD (cum right) di
pasar reguler dan pasar negosiasi pada 2 Maret 2022 dan di pasar tunai pada 7
Maret 2022.
Kemudian, tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD
(ex right) di pasar reguler dan pasar
negosiasi dijadwalkan pada 4 Maret 2022 dan di pasar tunai pada 8 Maret 2022.
Adapun periode perdagangan HMETD dan pelaksanaan
dimulai pada 9-16 Maret 2022. Berikutnya, periode penyerahan saham hasil
pelaksanaan HMETD jatuh pada 11-18 Maret 2022. Adapun, tanggal terakhir
pembayaran untuk pemesanan saham tambahan berlangsung pada 18 Maret 2022.
Tiga hari kemudian, yakni 21 Maret 2022 menjadi
tanggal penjatahan dan 23 Maret 2022 dijadwalkan untuk tanggal pengembalian
uang pemesanan pembelian saham.
Pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD akan
mengalami dilusi maksimum sebesar 6,49 persen setelah periode pelaksanaan
HMETD.
Berdasarkan Surat Pernyataan Kesanggupan Dalam Rangka
Penawaran Umum Terbatas I PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten
Tbk tanggal 10 Januari 2022, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan
akan melaksanakan seluruh HMETD sesuai dengan porsi kepemilikan saham yang
dimilikinya.
Dalam prospektus, disebutkan bahwa apabila seluruh
saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD I tidak seluruhnya diambil oleh
pemegang saham perseroan lainnya atau pemegang bukti HMETD yang berhak, maka sisa
saham baru akan dialokasikan kepada pemegang saham perseroan lainnya yang telah
melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan saham baru tambahan. Jika
masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut
tidak akan dikeluarkan perseroan dari portepel.
Manajemen menyebut, aksi korporasi ini menjadi langkah
tepat guna memperkuat permodalan, sehingga dapat mendorong ekspansi kredit
perseroan.
Nantinya, seluruh seluruh dana yang diperoleh dari
hasil PMHMETD I ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan
untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit
Perseroan.
Untuk diketahui, saat ini, Pemerintah Daerah Provinsi
Jawa Barat tercatat sebagai pemegang saham utama perseroan yang memiliki 3,75
miliar saham, sehingga dalam rights issue kali ini memperoleh sebanyak 260,63
juta saham baru.
Hingga kuartal III/2021, Bank BJB telah membukukan
penyaluran kredit senilai Rp93,14 triliun. Jumlah itu tumbuh sebesar 7 persen
secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,8 persen menjadi Rp124,4
triliun.




