Minggu, April 26, 2026

LPS Catat Simpanan di Bank Capai Rp 7.677 Triliun di Semester I-2022

Must Read

MONETER – Lembaga Penjamin
Simpanan (LPS) mencatat total simpanan di bank hingga mencapai Rp 7.677 triliun
di semester I-2022. Simpanan ini meningkat 9,1% secara tahunan (year on year/yoy).


Penyumbang terbesar
adalah simpanan jumbo dengan 
tiering nominal
lebih dari Rp 5 miliar mencapai Rp 3.983 triliun atau meningkat paling tinggi
14,2% (
yoy).


Tiering nominal simpanan
jumbo di atas Rp 5 miliar terus meningkat secara bulanan tumbuh 2,2% (month on month/mom) per Juni 2022, dalam tiga bulan
tumbuh 2%, dan dalam enam bulan (year to date/ytd)
tumbuh 3,6%,” tulis LPS dalam keterangan resminya, Senin (8/8/2022).


Tulisnya, dalam tiga
tahun simpanan jumbo ini juga tumbuh signifikan 43,2%. Disusul oleh simpanan
dengan 
tiering Rp 100-200 juta yang mencapai Rp 410
triliun tumbuh 6,2% (yoy). Meningkat 0,2% (mom), tumbuh 2,5% (qtq), dan tumbuh
1,2% (ytd).


Untuk simpanan
dengan 
tiering nominal Rp 200-500 juta yang senilai Rp 648
triliun mengalami peningkatan 5,3% (yoy), tumbuh 0,3% (mom), 2,5% (qtq) atau
tumbuh 0,9% (ytd).


Lalu, untuk tiering nominal
Rp 2-5 miliar yang mencapai Rp 624 triliun atau tumbuh 3,7% (yoy), dan juga
tumbuh tipis 0,4% (mom). Namun, dalam kuartalan dan juga 
year to date cenderung flat 0%.


Sementara, simpanan
dengan 
tiering Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar yang
mencapai Rp 553 triliun tumbuh 3,9% (yoy) atau terkoreksi 0,2% dari bulan
sebelumnya, tapi tumbuh 0,8% (qtq), dan terkoreksi 0,6% (ytd).


LPS juga mencatat
simpanan dengan 
tiering nominal Rp 1-2 miliar mencapai Rp 483
triliun tumbuh 3,4% (yoy) per Juni 2022, terkontraksi 0,2% (mom), naik 0,6%
(qtq), tumbuh 0,5% (ytd).


Berdasarkan kelasnya,
kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 masih menjadi penghimpun simpanan
terbesar, yang senilai Rp 3.862 triliun tumbuh 8,8% (yoy) per Juni.


Namun, dari
pertumbuhannya, KBMI 2 yang paling tinggi, yakni 12,7% (yoy) menjadi Rp 874
triliun. Disusul KBMI 1 dengan simpanan Rp 1.015 triliun, meningkat 11,5%
(yoy). Selain itu, KBMI 3 menghimpun simpanan Rp 1.926 triliun, tumbuh 7%
(yoy).


Terdapat peningkatan
jumlah rekening, terutama pada bank digital yang mayoritas masuk dalam KBMI 1.
Hal ini seiring kebiasaan masyarakat yang bertransaksi nontunai (
cashless society). Di bank digital, simpanan yang
dihimpun mencapai Rp 49,3 triliun atau tumbuh 58,1% per Mei 2022.


Dari jenis simpanannya,
LPS mencatat paling banyak adalah deposito senilai Rp 2.831 triliun walaupun tumbuh
tipis 0,6% (yoy) per Juni 2022. Giro justru mencatatkan pertumbuhan 19,4% (yoy)
menjadi Rp 2.269 triliun, tabungan sebesar Rp 2.522 triliun tumbuh 12,3%
(yoy). 
Deposit on call Rp 52 triliun susut 31,6% (yoy),
serta sertifikat deposito Rp 3 triliun melesat 79,7% per Juni 2022.


Jika hanya melihat dana
pihak ketiga (DPK) totalnya mencapai Rp 7.584 triliun atau tumbuh 9,2% (yoy)
per Juni. Sedangkan simpanan dari bank lain sebesar Rp 93 triliun, tumbuh 4%
(yoy).


Berdasarkan jenis
simpanan, jumlah rekening simpanan terbanyak terdapat pada tabungan yang
mencakup 97,8% total rekening simpanan. Kenaikan jumlah rekening terbesar
terdapat pada rekening sertifikat deposito sebesar 20,0% (mom), sedangkan
penurunan jumlah rekening terdalam terdapat pada rekening deposito sebesar 0,8%
(mom).


Berdasarkan tiering simpanan, jumlah rekening simpanan
terbanyak terdapat pada 
tiering simpanan
di bawah Rp 100 juta yang mencakup 98,7% total rekening simpanan. Kenaikan
jumlah rekening terbesar terdapat pada 
tiering simpanan
di atas Rp 5 miliar sebesar 1,3%, sedangkan penurunan terdalam terdapat pada
tiering simpanan Rp 1 miliar sampai dengan Rp 2 miliar sebesar -0,3%. 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Grand Indonesia Jadi Lokasi LEGO® Store Terbesar di Asia Tenggara

EGO® Group Indonesia, bekerja sama dengan MAP Active, meresmikan pembukaan LEGO Certified Store terbarunya di lantai 5 Grand Indonesia...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img