Senin, Januari 26, 2026

Dua Segmen Ini Dongkrak Pendapatan WIKA Tahun 2022

Must Read

MONETER – Emiten
badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)
mencatatkan pendapatan senilai Rp21,48 triliun sepanjang tahun 2022. Raihan ini
meningkat 20,16 persen year on year
(yoy) dari sebelumnya sebesar Rp17,80 triliun pada tahun 2021.

 

“Pendapatan WIKA dikontribusikan oleh penjualan di segmen
infrastruktur dan gedung sebesar Rp12,09 triliun dan segmen industri Rp7,02
triliun,” tulis keterangan resmi perseroan, Senin (27/3/2023).

 

Tulisnya, untuk penjualan di segmen energy and industrial plant sebesar Rp3,87 triliun, realty and property sebesar Rp291,21
miliar, investasi sebesar Rp190,46 miliar, serta hotel sebesar Rp708,17 miliar.

 

Setelah itu, berbagai pendapatan tersebut dikurangi
eliminasi sebesar Rp2,71 triliun, sehingga pendapatan WIKA sepanjang 2022
tercatat sebesar Rp21,48 triliun.

 

Namun demikian, seiring kenaikan pendapatan, perseroan
mencatatkan beban pokok pendapatan yang meningkat menjadi Rp19,27 triliun, dari
sebelumnya sebesar Rp16,11 triliun pada 2021.

 

Kemudian, beban penjualan tercatat sebesar Rp4,76 miliar,
beban umum dan administrasi sebesar Rp722,17 miliar, serta beban lain- lain
sebesar Rp1,71 triliun.

 

Pada sisi lain, perseroan berhasil mencatatkan
penghasilan lain-lain sebesar Rp1,55 triliun. Dengan itu, laba usaha Wijaya
Karya sepanjang tahun 2022 terkumpul Rp1,71 triliun.

 

Lebih lanjut, WIKA masih mencatatkan beban keuangan
sebesar Rp1,37 triliun, beban pajak penghasilan sebesar Rp374,56 miliar, bagian
rugi entitas asosiasi sebesar Rp99,35 miliar, serta bagian laba entitas ventura
bersama sebesar Rp306,72.

 

Dengan berbagai catatan tersebut, laba sebelum pajak
penghasilan yang dibukukan oleh BUMN konstruksi ini sebesar Rp176,08 miliar.

 

Pada akhirnya, tingginya berbagai beban tersebut
menyebabkan WIKA masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp59,59 miliar hingga
akhir tahun 2022, atau berbanding terbalik dari sebelumnya mencatat laba bersih
Rp117,6 miliar pada tahun 2021.

 

Sehingga, laba per saham dasar WIKA ikut tercatat minus
6,64 atau berbanding terbalik dari tahun lalu yang tercatat 13,12 per saham
dasar.

 

Hingga akhir 2022, perseroan mencatatkan liabilitas
Rp57,57 triliun, sedangkan ekuitas tercatat sebesar Rp17,49 triliun, sehingga
total aset perseroan tercatat sebesar Rp75,06 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img