Senin, Januari 26, 2026

Intiland Catat Rugi Rp98,84 Miliar di Tahun 2022

Must Read

MONETER – Sepanjang
2022, PT Intiland Development Tbk. (DILD) membukukan rugi sebesar Rp98,84
miliar. Raihan tersebut berbanding berbalik dari catatan laba pada 2021 sebesar Rp13,13
miliar.


“Rugi tersebut karena adanya pengakuan pendapatan yang
cukup besar dari proyek 57 Promenade,” tulis perseroan diketerangan resminya,
Senin (3/4/2023).


Beberapa bangunan dari segmen tersebut adalah 57
Promenade, Aeropolis, Rosebay, Graha Golf, Spazio Tower, 1Park Avenue, Regatta
dan Praxis. Kemudian segmen rumah tapak berasal dari penyerahan unit rumah di
Talaga Bestari, Graha Natura, Serenia Hills, Magnolia Residence, South Grove,
Pinang Residence dan Tierra. Lalu, untuk kawasan industri berasal dari
penjualan kavling industri di Batang Industrial Park dan Aeropolis Technopark.


Adapun proyek tersebut mulai diserahterimakan kepada
pembeli sejak penyelesaian proyek pada September 2022.


Pengakuan pendapatan dari proyek joint venture membuat porsi laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali lebih besar, ketimbang kepada
pemilik entitas induk.


Kemudian, emiten properti ini mencatatkan laba tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali sebesar
Rp290,81 miliar. 
Sehingga menghasilkan rugi bersih sebesar Rp 98,8 miliar
pada 2022 karena Intiland hanya memiliki 36,63% saham.


Sementara itu, segmen mixed-use
dan
high-rise menjadi kontributor
utama pendapatan DILD. 
Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga
16,51% menjadi Rp 3,14 triliun dari Rp2,62 triliun pada periode yang sama tahun
lalu atau year-on-year (YoY).


Secara rinci, DILD mencatatkan penjualan sebesar Rp2,42
triliun atau naik 18,86% dan pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik
8,6%. Adapun penjualan terdiri dari segmen high rise sebesar Rp1,55 triliun
atau naik 50,18%, segmen perumahan sebesar Rp630,57 miliar atau turun 9,15% dan
kawasan industri sebesar Rp246,32 miliar atau turun 106,48%.


Kemudian beban pokok penjualan dan beban langsung DILD
mencapai Rp1,87 triliun sepanjang 2022. Beban tersebut naik 16,51 persen dari
Rp2,62 triliun pada 2021.


Jumlah aset DILD mencapai Rp16,35 triliun sepanjang 2022.
Aset tersebut turun dari Rp16,46 triliun dibanding akhir Desember 2021. Lalu
jumlah liabilitas DILD turun menjadi Rp10,13 triliun sepanjang 2022. Jumlah
liabilitas tercatat mencapai Rp10,41 triliun per 31 Desember 2021.


Sementara itu, jumlah ekuitas DILD mencapai Rp6,21
triliun sepanjang 2022. Ekuitas tersebut naik dari Rp6,04 triliun pada akhir
2021. Kas dan setara kas akhir tahun DILD menurun 50,83% dari Rp1,75 triliun
menjadi Rp1,16 triliun.


Tahun ini, DILD menargetkan marketing sales sebesar Rp2,3
triliun. Angka ini turun dari target Rp2,4 triliun yang ditetapkan untuk 2022.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Perluas Layanan Keuangan, Allianz Syariah Gandeng BTPN Syariah Luncurkan Guardia RENCANA Syariah

PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) dan PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPN Syariah) meresmikan kerja sama...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img