MONETER – Emiten
konstruksi pertambangan, PT Petrosea Tbk (PTRO) memutuskan membagikan dividen
tahun buku 2022 senilai US$76 juta atau sekitar Rp1,11 triliun.
Kata Direktur dan Chief Financial Officer Petrosea, Ruddy
Santoso, sebesar US$20,58 juta dari total dividen berasal dari 50% laba bersih
tahun berjalan 2022 yang mencapai US$41,16 juta.
“Tambahan sekitar US$55,42 juta bersumber dari saldo laba
yang tidak ditentukan penggunaannya. Pada akhir 2022, saldo laba Petrosea
mencapai US$274,39 juta,” ucapnya di Jakarta, Senin (15/5/2023).
“Total dividen 50% dari laba tahun berjalan 2022 dan
saldo laba ditahan sehingga menjadi US$76 juta,” kata Rudy lagi.
Jika dibagi dengan jumlah saham beredar dan tidak memperhitungkan
treasury stock PTRO sebanyak 16,94
juta saham, maka dividen yang akan dibagikan Petrosea bernilai US$0,07664 atau
sekitar Rp1.126 per sahamnya.
Berdasarkan laporan keuangan 2022, Petrosea mencatatkan
total pendapatan sebesar US$476,31 juta atau setara Rp7,42 triliun (kurs Jisdor
Rp15.592 per dolar AS). Pendapatan ini meningkat 14,57% dibandingkan tahun lalu
sebesar US$415,73 juta.
Pendapatan Petrosea tercatat ditopang oleh pendapatan
penambangan yang meningkat 13,75% menjadi US$340,03 juta di akhir 2022, dari
US$298,29 juta secara tahunan atau year
on year (yoy).
Sementara itu, pos pendapatan lain seperti pendapatan
konstruksi dan rekayasa serta jasa perseroan mengalami penurunan. Pendapatan
konstruksi dan rekayasa perseroan naik 35,14% menjadi US$86,70 juta, dan
pendapatan jasa turun 6,78% menjadi US$46,84 juta hingga akhir 2022.
Kenaikan pendapatan juga turut meningkatkan beban usaha
langsung perseroan sepanjang 2022. Pos beban ini naik 11,62% dari US$341,17
juta di tahun 2021, menjadi US$380,82 juta di tahun 2022.
Selain itu, perseroan juga tercatat mengalami kenaikan
beban administrasi sebesar 15,98% menjadi US$34,56 juta dari US$29,79 juta
tahun sebelumnya. Beban bunga dan keuangan juga tercatat naik menjadi US$7,42
juta dari sebelumnya US$5,57 juta.
Meski demikian, hingga akhir 2022 PTRO berhasil
mencatatkan peningkatan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk
sebesar US$40,92 juta atau Rp638,08 miliar sepanjang 2022. Laba bersih
perseroan meningkat 10,73% dari US$33,95 juta dibandingkan tahun 2021.




