Kamis, Januari 15, 2026

OJK Sebut Pertumbuhan Kredit Masih Lambat di Angka 7,76% Hingga Juni 2023

Must Read

Moneter.id – Jakarta
– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pertumbuhan kredit sampai dengan Juni
2023 masih melambat di angka 7,76 persen.

Kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, bahwa  dari segi kinerja pertumbuhan kredit sampai
rapat KSSK minggu lalu, lebih rendah daripada target yang kita canangkan untuk
sepanjang 2023 di bawah 8%. Target yang diharapkan itu 10-12%.

“Pertumbuhan pada angka tersebut masih di atas tingkat
pertumbuhan kredit pada periode pandemi COVID-19 yang rata-rata di bawah 8%,”
papar Mahendra di Jakarta, Selasa (1/8/2023).

Katanya, secara rata-rata pertumbuhan berada di bawah
target yang ingin dicapai tahun ini, tapi kami sudah lakukan komunikasi dengan
perbankan, dimana mereka melaporkan tetap akan mampu mencapai target di atas 10%
tadi.

Rinciannya, pertumbuhan kredit 7,76% pada Juni 2023
utamanya ditopang kredit investasi yang tumbuh 9,60%. “Hal itu sejalan dengan pengetatan
likuiditas di global,” ucap Mahendra.

Kemudian, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 5,79%
dengan deposito sebagai main driver
pertumbuhan. Kondisi tersebut menjadikan likuiditas perbankan sedikit turun
meskipun masih jauh di atas threshold.

Penurunan itu dapat tercermin dari rasio alat
likuid/noncore deposit (AL/NCD) dan alat likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing
sebesar 119,04% dan 26,73% dengan threshold
50% dan 10%.

Sementara itu, dari segi permodalan, rasio kecukupan
modal atau capital adequacy ratio
(CAR) tetap solid dan berada pada level 25,41%, menurun dari level 26,07% di
bulan Mei.

Risiko kredit membaik dengan Non-Performing Loan (NPL) gross turun ke level 2,44% dan NPL net
0,77%. Selanjutnya, kredit restrukturisasi COVID-19 melanjutkan penurunan
menjadi Rp361,04 triliun dengan jumlah debitur yang juga terus menurun menjadi
1,57 juta debitur.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img