Kamis, April 30, 2026

Bank Neo Commerce Kantongi Laba Rp136,98 Miliar, Permodalan Menguat di Awal 2026

Must Read

PT Bank Neo Commerce memulai 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal I/2026. Kinerja positif ini memperpanjang tren profitabilitas perseroan setelah sepanjang 2025 mencatat laba bersih Rp565,69 miliar.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan, bank digital berkode saham BBYB itu memilih menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

Direktur Utama Eri Budiono mengatakan perseroan tetap menjalankan strategi ekspansi yang terukur dengan fokus pada segmen digital retail.

“Di tengah banyaknya ketidakpastian yang sedang terjadi dan keadaan geopolitik yang tengah bergejolak di beberapa belahan dunia, Bank Neo Commerce terus berupaya menjalankan bisnis dengan baik dan tetap memperhatikan tata kelola,” ujar Eri dalam keterangannya, Ranu (29/4).

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp13,42 triliun per akhir Maret 2026, turun 1,97% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp13,69 triliun. Meski total DPK terkontraksi, perseroan mencatat pertumbuhan pada tabungan yang naik 8,62% secara tahunan menjadi Rp3,50 triliun.

Di saat yang sama, dana deposito turun 2,18% menjadi Rp9,35 triliun. Pergeseran komposisi dana ini mendorong rasio dana murah atau CASA naik ke level 30,34%, sejalan dengan strategi perseroan memperkuat basis pendanaan yang lebih efisien.

Namun, penyaluran kredit masih mengalami tekanan. Hingga kuartal pertama 2026, total kredit BNC tercatat sebesar Rp7,03 triliun, turun 17,24% dibandingkan Rp8,49 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Manajemen menilai perlambatan kredit merupakan bagian dari langkah selektif dalam menjaga kualitas pembiayaan. Strategi tersebut tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) neto yang tetap rendah di level 0,43%.

Meski intermediasi melambat, total aset perseroan tetap tumbuh 0,94% menjadi Rp18,34 triliun per Maret 2026, dibandingkan Rp18,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi efisiensi, rasio BOPO berada di level 83,68%, sementara cost to income ratio (CIR) tercatat 32,93%. Adapun margin bunga bersih (NIM) tetap tinggi di level 13,50%, menunjukkan kemampuan perseroan menjaga marjin keuntungan di tengah kompetisi industri perbankan digital.

Yang menjadi sorotan adalah penguatan struktur permodalan. Rasio kecukupan modal (CAR) BNC melonjak ke level 50,60%, meningkat signifikan dibandingkan 35,81% pada kuartal I tahun lalu. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan laba dan dinilai memberi ruang ekspansi lebih besar ke depan.

Eri menegaskan capaian laba pada awal tahun telah melampaui target internal perseroan.

“Bank Neo Commerce kembali membuktikan dapat mencatatkan raihan laba yang baik di Kuartal I/2026 yang melebihi dari target yang sudah kami tetapkan,” kata Eri.

Untuk memperluas lini bisnis, perseroan juga tengah menyiapkan layanan buy now pay later (BNPL) yang ditargetkan meluncur tahun ini. Produk tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas akses pembiayaan digital sekaligus memperkuat ekosistem layanan keuangan perseroan.

Di pasar modal, saham BBYB juga mendapat sentimen positif setelah resmi masuk dalam Indeks Economic 30 sejak awal Maret 2026. Masuknya BBYB ke indeks tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan perseroan.

Dengan laba yang terus tumbuh, kualitas aset yang tetap terjaga, serta modal yang kian tebal, Bank Neo Commerce membuka tahun ini dengan pijakan yang cukup kuat untuk melanjutkan ekspansi di tengah kompetisi industri bank digital yang semakin ketat.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Saviynt Tunjuk Tim Wedande, Perkuat Strategi Keamanan Identitas di APJ

Saviynt memperkuat struktur kepemimpinan regionalnya di Asia Pasifik dan Jepang (APJ) dengan menunjuk Tim Wedande sebagai Field Chief Technology...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img