Jumat, Juli 24, 2026

Kantongi Rp 2,85 Triliun, Laba Bersih ABM Investama Naik 94% di Semester I/2023

Must Read

Moneter.id – Jakarta
– Emiten kontraktor tambang, PT ABM Investama Tbk (ABMM) membukukan laba bersih
Rp 2,85 triliun di semester I/2023. Laba ini meningkat hingga 94% dibandingkan
priode yang sama tahun lalu US$95,48 juta.

Naiknya laba bersih perseroan didorong oleh bagian atas
laba entitas asosiasi senilai US$94,28 juta dan pendapatan dividen sebesar
US$19,8 juta. Pendapatan ini merupakan pendapatan baru ABMM, yang sebelumnya
tidak tercatat di semester I/2022.

Tulis perseroan diketerangan resminya, Senin (7/8), pendapatan
dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$763,18 juta atau setara Rp11,57
triliun (kurs Jisdor Rp15.168 per dolar AS) di paruh pertama 2023.

“Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan ini meningkat
17,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$652,2 juta,”
tulisnya.

Pendapatan ini didorong dari pendapatan kontraktor
tambang dan tambang batu bara sebesar US$623,8 juta, pendapatan jasa logistik
dan sewa kapal senilai US$84,5 juta, divisi site
services
dan repabrikasi US$31,8 juta, sewa mesin pembangkit tenaga listrik
US$429.064, pabrikasi US$14 juta, dan perdagangan bahan bakar US$8,4 juta.

Berdasarkan pelanggannya, pendapatan ABMM diperoleh dari
PT Multi Harapan Utama sebesar US$123,9 juta, PT Binuang Mitra Bersama Blok Dua
sebesar US$89,7 juta, dan Adani Global Pte. Ltd., Singapura senilai US$78,64
juta.

Meningkatnya pendapatan ABMM juga turut membuat beban
pokok pendapatan ABMM naik 27,78 persen menjadi US$521,3 juta, dari US$407,9
juta secara tahunan atau year on year (yoy).

Laba bruto ABMM tergerus 0,97% akibat peningkatan beban
pokok ini. ABMM mencatatkan laba bruto US$241,85 juta di semester I/2023, dari
US$244,2 juta di semester I/2022.

Diketahui, hingga akhir Juni 2023, ABMM mencatatkan total
aset senilai US$2,26 miliar, naik dari akhir Desember 2022 sebesar US$1,98
miliar. Total liabililitas ABMM berkurang menjadi US$1,5 miliar di akhir Juni
2023, dari US$1,36 miliar di akhir Desember 2022.

Sementara itu, Total ekuitas ABMM meningkat menjadi
US$745,6 juta di 30 Juni 2023, dari US$617,5 juta di 31 Desember 2022.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kredit Perbankan Tumbuh Dua Digit, Likuiditas Ekonomi Tetap Terjaga pada Juni 2026

Pertumbuhan kredit perbankan yang kembali menguat menjadi penopang utama likuiditas perekonomian nasional pada Juni 2026. Di tengah perlambatan laju...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img