Sabtu, Maret 7, 2026

Pemerintah Indonesia Dorong Ekspor Barang Jadi dan Jasa ke Malaysia

Must Read

Moneter.id – Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan
Jerry Sambuaga menerangkan, pemerintah mendorong ekspor barang jadi. Selain
itu, ekspor juga dapat berbentuk jasa, seperti membuka pabrik, perakitan,
distribusi, dan pelayanan produk.

Demikian disampaikan Wamendag Jerry saat menyaksikan
penandatanganan kontrak kerja sama antara PT Terang Dunia Internusa (United
Motors) Indonesia dengan Atroniq Berhad Malaysia di Hotel Pullman Thamrin,
Jakarta, Senin (11/9/2023).

Penandatanganan kontrak kerja sama antara PT Terang Dunia
Internusa dengan Atroniq Berhad tersebut diselenggarakan HIPPINDO yang
merupakan realisasi dari program Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Indonesia
Brands Go Global. Kerja sama tersebut sekaligus menindaklanjuti nota
kesepahaman dan perjanjian kerja sama HIPPINDO dengan Kementerian Perdagangan.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, ekspor komoditas
atau barang mentah akan bertahap dikurangi. Patut kita apresiasi kerja sama
antara United Motors dan Atroniq yang menjadi wujud aksi nyata Himpunan Peritel
dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) setelah Konferensi Tingkat
Tinggi ASEAN 2023 yang selesai minggu lalu,“ jelas Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry meyakini, tingkat belanja konsumen di
Malaysia diproyeksikan terus meningkat dengan tren mencapai 8,21 persen. Hal
ini berbanding lurus dengan proyeksi tren penjualan ritel sebesar 5,32 persen.
Untuk sektor jasa makanan, pangsa pasar terbesar dikuasai oleh restoran layanan
penuh dan disusul oleh kafé/bar.

Sementara untuk sektor Fast Moving Consumer Good (FMCG) atau barang kebutuhan sehari-hari,
pangsa pasar terbesar berada pada produk kecantikan dan makanan ringan. Adapun
pangsa pasar sektor fesyen didominasi produk pakaian wanita dan pria.

Di Malaysia, industri jasa ritel menjadi salah satu
sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB)
Malaysia yang didominasi produk makanan dan minuman. Beberapa perusahaan ritel
top di Malaysia antara lain B.I.G. Store, 7-Eleven, MJ Dept Store, Tesco, dan
AEON.

“Ritel adalah sektor penggerak perdagangan yang
turunannya akan ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM sejauh ini
telah memiliki kontribusi sebesar 60,5 persen pada PDB Indonesia dan 97 persen
pada sektor ketenagakerjaan. Kementerian Perdagangan juga memiliki 46
perwakilan dagang yang tersebar di seluruh dunia, termasuk di Malaysia yang
memang ditugaskan untuk membantu dan memfasilitasi ekspor, impor, serta
pertukaran barang dan jasa,” ujar Wamendag Jerry.

Berdasarkan data Euromonitor, jumlah ritel Indonesia
sebanyak 3,98 juta pada 2022. Terdapat lebih dari 41 ribu ritel toko serba ada,
1.500 supermarket, dan 298 unit jenis hipermarket. Dari sisi penjualan,
penjualan ritel mencapai Rp 1.526,2 triliun atau meningkat 8,6 persen pada
2022. Hal ini menunjukkan bahwa industri ritel Indonesia masih menunjukkan
peningkatan dan berpotensi untuk ekspor.

Wamendag Jerry juga mengungkapkan, pasar ASEAN menjadi
pasar potensial. Berdasarkan data makro ASEAN memiliki populasi mencapai 672
juta jiwa dan diproyeksikan pada 2030, jumlah angkatan kerja di ASEAN meningkat
sebesar 40 juta.

“Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi di ASEAN pada
2022 mencapai 5,6 persen dengan total PDB mencapai USD 3,62 triliun. Hal ini
menunjukkan, ekonomi ASEAN masih cukup stabil. Kontribusi ekspor negara-negara
ASEAN juga mencapai 8,39 persen dari total ekspor dunia yang menunjukkan bahwa
ASEAN merupakan pasar yang strategis,“ rinci Wamendag Jerry.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, imbuh Wamendag
Jerry, tetap tinggi di tengah perlambatan ekonomi global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan
ekonomi Indonesia triwulan II 2023 tercatat 5,17 persen (yoy) atau meningkat
dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04 persen (yoy). Sepanjang
2023, ekonomi Indonesia diperkirakan bertumbuh mencapai kisaran 4,5 – 5,3
persen.

Dari sisi ekspor, neraca perdagangan Indonesia pada Juli
2023 masih terus mengikuti tren surplus. Bulan Juli 2023 mencatatkan surplus
USD 1,31 miliar dengan nilai ekspor Indonesia mencapai USD 20,88 miliar atau
naik 1,36 persen dibanding Juni 2023 (mom).

Ekspor nonmigas
Indonesia pada Juli 2023 menunjukkan peningkatan pada sebagian besar negara
mitra dagang utama. Peningkatan ekspor nonmigas Indonesia terbesar secara
bulanan (mom) terjadi ke Qatar yang naik 78,14 persen, Polandia naik 50,27
persen, Hongkong naik 21,77 persen, Meksiko naik 17,91 persen, serta Uni Emirat
Arab naik 16,67 persen.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img