Bina Antarbudaya resmi membuka program in-person workshop AFS Global STEM Innovators 2025, sebuah inisiatif global yang bertujuan mengembangkan kompetensi siswa-siswi di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta intercultural learning. Program ini memberikan pengalaman kepada pelajar tingkat SMA/sederajat untuk mengikuti rangkaian pembelajaran intensif, kolaboratif, dan lintas budaya bersama peserta dari Sabang hingga Merauke.
“In-person workshop Global STEM Innovators menjadi penanda jerih payah adik-adik peserta yang telah melalui seleksi pendaftaran dengan total 1,431 pendaftar dan online sessions selama 4 minggu. Momen ini menjadi kesempatan untuk mengasah inovasi dan ide cemerlang supaya kelak dapat diimplementasikan di daerah masing-masing.” ujar Fani Salsabila, Global Digital Program Specialist Bina Antarbudaya.
Pada tahun ini, AFS Global STEM Innovators memberikan akses pendidikan STEM yang inklusif kepada siswa berusia 15–17 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Pulau Sumatra, Pulau Sulawesi, dan Kepulauan Tanimbar. Sebanyak 92 siswa didatangkan ke Jakarta dan berpartisipasi dalam program ini, termasuk 12 siswa dari Papua Barat, mendukung keberagaman melalui pendidikan afirmatif.
Icrafil Kamisopa, siswa 17 tahun asal Teluk Bintuni yang mengikuti acara pembukaan berbagi kesan dan pesan inspiratifnya, “Saya senang sekali dapat terpilih dalam program AFS Global STEM Innovators, mulai dari mengikuti online sessions dengan fasilitator dari Australia dan Kanada hingga menempuh perjalanan jauh untuk sampai di Jakarta. Saya ingin meningkatkan kualitas pendidikan di daerah saya dan berbagi ilmu dari yang sudah saya dapatkan di sini.” ucapnya.
Program AFS Global STEM Innovators menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan STEM dengan kompetensi global (Global Competence). Para peserta tidak hanya belajar konsep ilmiah dan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana ilmu tersebut dapat diterapkan untuk memecahkan masalah nyata di masyarakat, seperti energi berkelanjutan, pendidikan berkualitas, hingga teknologi ramah lingkungan.
Untuk memperdalam pemahaman tentang energi keberlanjutan, AFS Global STEM Innovators menyelenggarakan talk show bertema “Energy for the Nation: Empowering People, Driving Progress” yang disampaikan oleh Roy Widiartha, Head of Community Development SKK Migas dan Habel Tanati, Provincial & Local Government Relation Manager bp Indonesia sebagai narasumber. Hal ini menjadi kesempatan para peserta untuk berinteraksi secara langsung dengan para ahli di bidangnya.
“Program ini didanai oleh bp global kemudian mendapat dukungan tambahan dari SKK Migas. Kolaborasi ini membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia, terutama yang belum dijangkau sebelumnya. Kami bangga menjadi wadah perekat bangsa melalui akses pendidikan yang merata.” kata Gatot Nuradi Sam, Direktur Eksekutif Bina Antarbudaya
Sebagai mitra, bp Indonesia mewakili bp global berkomitmen mendukung kemajuan kualitas pendidikan generasi muda. “Kami percaya kepada Bina Antarbudaya sebagai pihak yang dapat mengasah potensi siswa. Melalui kolaborasi ini, semakin banyak generasi inovator yang mampu membawa Indonesia menjadi bagian penting dalam solusi global yang berkelanjutan,” ujar Habel Tanati, Provincial & Local Government Relation Manager bp Indonesia.
Dengan pengalaman hampir 40 tahun sejak didirikan pada 1985, Yayasan Bina Antarbudaya telah membina ribuan pemuda menjadi pemimpin yang menjunjung perdamaian dan keadilan global, didukung oleh jaringan volunteer di 20 chapter yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bukti komitmen Yayasan Bina Antarbudaya dalam menyediakan pendidikan lintas budaya yang inklusif dan berkualitas, didukung oleh jaringan AFS Intercultural Programs di lebih dari 80 negara.




