PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), emiten penyedia solusi percetakan sekuriti terkemuka, secara konsisten mengakselerasi langkah diversifikasi bisnis dengan mengandalkan produk berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID).
Langkah strategis ini diambil guna memperluas jangkauan pasar global sekaligus memperkokoh portofolio di segmen perlindungan merek atau brand protection sebagai pelengkap lini bisnis sekuriti perusahaan.
Meskipun segmen identitas dan kartu pembayaran saat ini masih memegang peranan sebagai tulang punggung pendapatan di lini sekuriti, JTPE melihat peluang besar pada pengembangan segmen brand protection.
Keyakinan ini didasari oleh proyeksi peningkatan permintaan jangka panjang serta potensi margin yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk kartu pembayaran konvensional. Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, perusahaan telah melakukan penambahan kapasitas produksi untuk kemasan pengaman (security packaging) dan label.
Guna mendukung penguatan teknologi, JTPE telah menjalin kerja sama joint venture dengan mitra strategis asal Hong Kong. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan komponen RFID yang diharapkan dapat membuka akses lebih luas ke peluang pasar internasional serta meningkatkan daya saing perusahaan di kancah global.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, menegaskan optimisme perusahaan terhadap arah pengembangan bisnis ini.
“Dengan berbagai inisiatif yang kami jalankan, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan penjualan yang solid. Fokus kami adalah pada produk berteknologi tinggi dan solusi bernilai tambah, yang kami yakini akan menjadi pendorong utama kinerja Perseroan ke depan,” ujar Allan Wibisono Oei di Surabaya, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan laporan keuangan terakhir hingga kuartal III-2025, pasar domestik memang masih memberikan kontribusi terbesar terhadap total penjualan. Namun, manajemen melihat pertumbuhan pasar global yang menjanjikan sebagai fokus pengembangan di masa depan. Upaya memperluas jaringan negara tujuan ekspor terus dilakukan demi mencapai diversifikasi pasar yang lebih merata.
Selain fokus pada ekspansi pasar dan teknologi, JTPE juga menaruh perhatian besar pada efisiensi operasional di lini produksi. Untuk tahun ini, perusahaan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp100 miliar.
Mayoritas dari dana tersebut akan diserap untuk perawatan mesin serta pengadaan mesin baru guna mendukung optimalisasi dan peningkatan produktivitas. Melalui integrasi antara inovasi teknologi dan efisiensi produksi, JTPE yakin mampu menjaga tren pertumbuhan positif di tengah dinamika pasar global yang terus berubah.




