Compas.co.id melalui laporan FMCG E-commerce Outlook Report 2026 memaparkan analisis tren musiman guna membantu pelaku industri mengantisipasi puncak belanja sepanjang tahun ini. Laporan tersebut menyoroti bagaimana pola konsumsi masyarakat Indonesia selama Ramadan menjadi indikator penting bagi pergerakan pasar FMCG di kanal e-commerce.
Berdasarkan data historis Ramadan 2025, perilaku konsumen menunjukkan lonjakan signifikan pada sejumlah kategori produk, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan jamuan hari raya dan persiapan penampilan diri. Fenomena ini mencerminkan kebiasaan belanja musiman yang terus berulang setiap tahunnya, di mana masyarakat cenderung melakukan pembelian dalam jumlah besar menjelang Hari Raya.
Kategori Makanan dan Minuman (F&B) tercatat sebagai pendorong utama pertumbuhan, didorong oleh tren pantry stocking atau penimbunan bahan makanan. Sub-kategori biskuit dan kue kering mencatatkan lonjakan tertinggi hingga 131 persen, disusul kacang-kacangan yang tumbuh 124 persen. Selain itu, makanan siap saji meningkat 82 persen, sementara cokelat mencatat pertumbuhan sebesar 54 persen. Lonjakan ini menegaskan kuatnya permintaan terhadap produk konsumsi yang identik dengan tradisi Lebaran.
Di sisi lain, kebutuhan untuk tampil maksimal saat momen silaturahmi turut mendorong pertumbuhan signifikan pada kategori kecantikan. Kategori ini bahkan berkontribusi sebesar 52,1 persen terhadap total nilai pasar FMCG selama Ramadan. Produk dekoratif menjadi yang paling menonjol, dengan foundation mencatat pertumbuhan hingga 96 persen, maskara meningkat 65 persen, dan bedak naik 43 persen.
Tak hanya itu, tren gaya hidup sehat juga tercermin dari meningkatnya permintaan pada kategori suplemen kecantikan yang tumbuh 66 persen. Hal ini menguatkan fenomena wellness yang menekankan konsep “cantik dari dalam” selama bulan puasa.
CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, menilai bahwa lonjakan musiman tersebut menjadi sinyal positif bagi prospek industri ke depan. “Adanya lonjakan musiman dari perayaan Ramadan setiap tahunnya, membuat Compas.co.id semakin optimis bahwa di penghujung tahun 2026, pasar FMCG e-commerce Indonesia akan menembus angka Rp155 triliun” ujarnya.
Dengan tren yang terus berulang dan semakin menguat, laporan ini menjadi acuan strategis bagi pelaku industri untuk merancang strategi pemasaran dan distribusi yang lebih tepat sasaran dalam menghadapi momentum belanja terbesar sepanjang tahun.




