Kamis, Agustus 20, 2026

PTBA Integrasikan Bisnis Lewat SAP, Keputusan Manajemen Ditargetkan Makin Cepat

Must Read

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memperkuat transformasi bisnis dengan mengimplementasikan 1MINDERP SAP di berbagai lini usaha. Sistem terintegrasi tersebut mencakup fungsi keuangan, pengadaan, penjualan, operasional tambang hingga sumber daya manusia.

Langkah ini diarahkan untuk menyatukan proses dan data perusahaan dalam satu sistem sehingga PTBA dapat meningkatkan akurasi informasi, efisiensi proses kerja, pengendalian internal serta kualitas pengambilan keputusan.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan implementasi SAP harus dilihat sebagai bagian dari transformasi perusahaan, bukan hanya perubahan sistem teknologi informasi.

“Yang bergeser bukan hanya tampilan di layar, tetapi orangnya, alur kerjanya, datanya, teknologinya, sekaligus tata kelolanya. Pekerjaan yang dulu berjalan sendiri-sendiri kini saling terhubung, angka yang dulu berserakan kini bermuara pada satu sumber, dan keputusan dapat diambil lebih cepat dengan dasar yang lebih kuat,” jelas Bambang.

Menurut Bambang, keberhasilan transformasi PTBA pada akhirnya harus tercermin dalam kinerja perusahaan. Karena itu, implementasi SAP akan dinilai berdasarkan manfaat yang dihasilkan, mulai dari kualitas laporan keuangan, kebersihan data hingga efisiensi proses dan penguatan pengawasan internal.

“Tidak ada perubahan yang terlalu besar bagi organisasi yang mau bergerak serentak. Kita sudah membuktikan bahwa kita sanggup berubah. Pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan perubahan itu benar-benar terbaca pada kinerja perusahaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisaris Utama PTBA Ida Bagus Putu Dunia mengatakan penerapan 1MINDERP SAP juga menjadi bagian dari agenda transformasi tata kelola perusahaan. Integrasi teknologi diharapkan membuat proses bisnis lebih transparan dan akuntabel sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan.

“SAP bukan sekadar mengganti aplikasi, tetapi mengubah cara kita bekerja, mengambil keputusan, mengelola data, dan mempertanggungjawabkan proses bisnis. Teknologi memungkinkan transformasi, tetapi tata kelola menentukan terciptanya nilai yang berkelanjutan,” kata Ida.

Dia menambahkan bahwa proses implementasi telah melalui berbagai tahapan assurance dan penguatan kapabilitas pengguna. Dengan demikian, sistem yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai perangkat teknologi, tetapi juga menjadi fondasi untuk meningkatkan kemampuan organisasi.

“Pada akhirnya, aset sesungguhnya dari transformasi ini bukanlah sistemnya, melainkan kapabilitas yang kita bangun melalui sistem tersebut,” imbuhnya.

Setelah memasuki tahap go-live, PTBA masih akan melanjutkan proses stabilisasi dan pengembangan sistem. Perseroan akan mengarahkan fase tersebut untuk memastikan pelaporan keuangan semakin andal, operasional lebih unggul, pengendalian internal semakin kuat serta keputusan manajemen ditopang data yang lebih terintegrasi.

Penguatan sistem ini juga menjadi bagian dari upaya PTBA memperkokoh integrasi bisnis di lingkungan MIND ID Group. Dengan semakin terhubungnya data dan proses bisnis, perseroan berharap transformasi digital dapat memberikan dampak yang lebih nyata terhadap efisiensi dan kinerja perusahaan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Siapkan Rp3,07 Triliun untuk Dividen Interim, Kinerja Kredit Tembus Rp1.000 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menunjukkan komitmennya mengembalikan hasil kinerja kepada pemegang saham. Bank berkode saham BBCA...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img