Jumat, Maret 27, 2026

DRMA Targetkan Penjualan Naik 10% di Tahun 2026

Must Read

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membuktikan ketangguhannya dengan mencatatkan performa keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 di tengah dinamika industri otomotif domestik yang menantang. Emiten manufaktur komponen ini berhasil membukukan penjualan sebesar Rp5,9 triliun, yang merepresentasikan pertumbuhan sebesar 8%.

Angka ini menjadi pencapaian signifikan mengingat realita pasar otomotif nasional yang justru sedang mengalami pelemahan. Keberhasilan tersebut didorong oleh kontribusi kuat dari segmen roda dua sebesar 62%, sementara segmen roda empat mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menjanjikan sejak kuartal ketiga tahun lalu.

​President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, mengungkapkan bahwa ketahanan perusahaan tidak lepas dari langkah taktis yang diambil manajemen dalam menghadapi fluktuasi pasar.

“Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini, karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” ujar Irianto.

Berkat strategi tersebut, DRMA mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp664,4 miliar, atau mencapai Rp613,5 miliar setelah memperhitungkan penyesuaian negative goodwill. Menurut Irianto, pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti perusahaan yang terus diperkuat secara konsisten.

​Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, DRMA melakukan aksi korporasi strategis dengan mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia senilai Rp41 miliar pada akhir November 2025. Langkah ini bertujuan untuk memperluas lini produk komponen kendaraan roda empat serta meningkatkan kapasitas manufaktur guna memperkokoh portofolio bisnis di masa depan.

Tidak hanya fokus pada sektor konvensional, perusahaan juga mulai merambah ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan melalui pengembangan auxiliary battery Lithium 12V dan Battery Energy Storage System (BESS). Inovasi ini menjadi sinyal bahwa DRMA siap menangkap peluang dari transisi energi global.

​Ambisi ekspansi perusahaan pun kini meluas hingga ke kancah internasional dengan memperkuat kapasitas produksi untuk pasar ekspor, khususnya pada komponen wiring harness. Dengan pondasi yang kuat dari tahun sebelumnya, DRMA menetapkan target pertumbuhan penjualan sebesar 10% pada tahun 2026 yang didukung oleh peluncuran produk baru dan penguatan kapabilitas manufaktur. Irianto Santoso menegaskan optimisme perusahaan dalam menutup pernyataannya.

“Dengan penerapan strategi diversifikasi produk dan penguatan kapabilitas manufaktur ini, kami optimistis akan dapat menjaga pertumbuhan DRMA yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri otomotif,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Segmen Logistik Dongkrak Kinerja, ASSA Raup Rp6 Triliun Sepanjang 2025

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp6,0...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img